Konten dari Pengguna

Menteri Sri Mulyani: penanggulangan kemiskinan dapat dipercepat dengan teknologi informasi

Kbri Nairobi

Kbri Nairobi

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kbri Nairobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nairobi - “Pemerintah sudah saatnya menggunakan teknologi untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara efektif, efisien dan biaya murah. Dengan teknologi informasi misalnya, dapat diperoleh data dan sasaran yang akurat untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat miskin” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI pada peluncuran inisiatif teknologi untuk menanggulangi kemiskinan di Nairobi, Kenya Kamis kemarin (25/1/18).

Inisiatif yang diberi nama “Pathway for Prosperity: Commission on Technology and inclusive Development” dipimpin secara bersama (Co-Chairs) oleh Melinda Gates (Bill & Melinda Gates Foundation), Sri Mulyani Indrawati (Menkeu RI) dan Strive Masiyiwa (pendiri Econet Wireless dan filantropis asal Zimbabwe). Peluncuran komisi ini dikemas dalam diskusi panel yang diliput puluhan jurnalis internasional dan setempat. Acara ini juga ditayangkan oleh TV nasional Kenya.

Menteri Sri Mulyani: penanggulangan kemiskinan dapat dipercepat dengan teknologi informasi
zoom-in-whitePerbesar

Komisi teknologi dan pembangunan inklusif ini juga terdiri dari tujuh orang komisioner dengan latar belakang bidang teknologi informasi, intelegensi artifisial, telekomunikasi, perbankan dan pengambil kebijakan/pemerintahan.

Mereka adalah Kamal Battacharya (CEO Safaricom - Kenya), Santa Devarajan (Direktur Senior, Bank Dunia), Sigrid Kaag (Menteri Perdagangan dan Kerjasama Pembangunan Belanda), Nadiem Makarim (CEO Go-Jek - Indonesia), Maria Ramos (CEO Barclays Africa Group-Afrika Selatan), Daniela Rus (Direktur CSAIL MIT, Amerika Serikat) dan Shivani Siroya (CEO Tala - Amerika Serikat).

Komisi ini akan bekerja selama dua tahun ke depan untuk merumuskan rekomendasi terkait pemanfaatan teknologi bagi terciptanya pembangunan inklusif dan pengentasan kemiskinan. Yaitu, suatu pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat terutama masyarakat miskin dan masyarakat di daerah terpencil. Pada akhirnya, rekomendasi dari komisi ini diharapkan dapat membantu penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Komisi ini diharapkan dapat memberikan alternatif rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh para pengambil kebijakan/pemerintah. Disamping itu, Komisi ini diharapkan juga dapat mendorong sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya di berbagai negara untuk saling belajar antara yang satu dengan yang lain.

Para tingkat pengambil kebijakan di berbagai negara tidak jarang bersikap khawatir terhadap perkembangan teknologi yang sangat cepat. Namun demikian, pada sisi lain, mereka tidak tahu bagaimana cara yang tepat dalam menanggapinya dan memanfaatkannya bagi kepentingan masyarakat luas.

“Komisi ini diharapkan mendorong para pengambil kebijakan untuk diskusi, bertukar informasi dan pengalaman terkait cara terbaik dalam menanggapi dampak dari munculnya suatu teknologi baru” lanjut Sri Mulyani Indrawati.

Terkait pemanfaatan teknologi, dalam kesempatan tersebut, Menteri Sri Mulyani Indrawati mengambil contoh kesuksesan Go-Jek, perusahaan transportasi on-line asal Indonesia yang memanfaatkan teknologi berbasis aplikasi android.

Menteri Sri Mulyani: penanggulangan kemiskinan dapat dipercepat dengan teknologi informasi (1)
zoom-in-whitePerbesar