Konten dari Pengguna

Krisis RAM 2026 sebagai Geopolitik Perusahaan AI untuk Monopoli Pasar Teknologi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Keanu Alfaridzy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

IIustrasi RAM diatas tumpukan uang US Dollar. source : Gemini AI
zoom-in-whitePerbesar
IIustrasi RAM diatas tumpukan uang US Dollar. source : Gemini AI

Pada September 2025, Samsung menaikkan harga modul DDR5 32GB dari 149 dolar AS menjadi 239 dolar AS. Kenaikan 60 persen itu baru permulaan. Tahun ini IDC memperkirakan harga rata-rata ponsel pintar naik 27,6 persen, dan segmen ponsel di bawah 100 dolar AS praktis hilang dari pasar.

Pemicunya adalah pergeseran prioritas produksi. Produsen memori dunia kini melayani pusat data AI lebih dulu, dan konsumen mendapat sisanya. Tulisan ini memetakan siapa yang menggerakkan pergeseran itu, bagaimana geopolitik ikut membentuknya, dan siapa yang akhirnya membayar.

Chip AI yang menyedot jatah RAM

Samsung, SK Hynix, dan Micron diperkirakan menguasai lebih dari 95 persen produksi DRAM global, menurut IDC yang dikutip sejumlah laporan industri. Ketiganya memindahkan kapasitas ke high-bandwidth memory (HBM), memori yang dipasang pada akselerator AI buatan Nvidia dan AMD. Seorang eksekutif Micron menyebut HBM memakai kapasitas wafer sekitar tiga kali lipat per gigabyte dibanding DRAM biasa. Margin HBM juga lebih tebal. Satu wafer yang dialihkan ke HBM berarti lebih sedikit memori untuk laptop dan ponsel.

Micron menutup Crucial, merek memori konsumen yang berusia tiga dekade. SK Hynix menyatakan kapasitas HBM, DRAM, dan NAND-nya hampir habis terjual untuk 2026. Hyperscaler seperti Microsoft, Google, dan Amazon mengunci pasokan lewat kontrak multitahun, sehingga pembeli kecil berebut sisa produksi.

Geopolitik tiga pemasok dan satu pesaing dari China

Geopolitik masuk lewat struktur industrinya. Dua produsen berbasis Korea Selatan dan satu berbasis Amerika Serikat memasok pembeli yang sebagian besar perusahaan teknologi AS. Washington sudah bertahun-tahun memperluas pembatasan ekspor peralatan pembuatan chip ke dua produsen China, yaitu CXMT untuk DRAM dan YMTC untuk NAND. Menurut Counterpoint Research, CXMT kini menguasai sekitar 5 persen pasar DRAM dan YMTC sekitar 11 persen pasar NAND.

Krisis memberi keduanya peluang. Nikkei Asia melaporkan CXMT dan YMTC memperluas pabrik secara agresif, dan tiga narasumber menyebut YMTC sudah menemukan cara memproduksi memori dengan mesin yang kurang canggih. Riset Citrini memproyeksikan kapasitas DRAM CXMT mendekati Micron pada akhir 2026, sekitar 350 ribu wafer per bulan berbanding 375 ribu. Laporan lain menyebut kedua perusahaan dikeluarkan dari daftar pemasok terbatas Pentagon, dan chip CXMT sudah ditemukan pada modul DDR5 merek Corsair.

Dua catatan penting perlu dibaca bersama angka itu. CXMT belum bisa memproduksi HBM, jadi belum menyentuh kebutuhan inti AI. Sejumlah eksekutif industri juga menilai kapasitas baru China terutama melayani permintaan domestik, sehingga tambahan pasokan itu belum tentu menurunkan harga global. Di sisi kebijakan, pemerintahan Trump menahan beberapa aksi terhadap China demi menjaga gencatan dagang, tetapi ancaman kontrol ekspor baru belum hilang.

Siapa yang untung

Produsen memori menjadi penerima manfaat paling jelas. Harga kontrak DDR5 naik lebih dari 100 persen, dari sekitar 7 dolar AS per unit pada awal 2025 menjadi 19,50 dolar AS. Korea Economic Daily melaporkan Samsung dan SK Hynix berencana menaikkan harga memori server hingga 70 persen pada kuartal pertama 2026. Saham Micron naik dari sekitar 102 dolar AS pada awal 2025 ke puncak 455 dolar AS pada Januari 2026. Seorang analis yang dikutip Network World memperkirakan margin kotor produsen besar di DRAM mendekati 80 persen.

CXMT dan YMTC ikut untung. Pembeli yang kehabisan opsi mulai melirik pemasok China, dan itu memperbesar pangsa pasar mereka. Hyperscaler memperoleh kepastian pasokan lewat kontrak panjang. Kepastian itu tidak gratis, tetapi mereka punya daya tawar yang tidak dimiliki pembeli kecil.

Siapa yang menanggung

Konsumen membayar lebih untuk barang yang lebih sedikit. IDC memperkirakan pengiriman ponsel pintar turun 16,7 persen pada 2026 menjadi sedikit di atas satu miliar unit, penurunan tahunan terdalam yang pernah tercatat. Biaya NAND dan DRAM disebut naik lebih dari 300 persen secara tahunan. Nilai pasar justru tumbuh 6,3 persen menjadi 613 miliar dolar AS, karena harga per unit naik lebih cepat daripada volume yang hilang. Pasar PC mengikuti pola serupa: IDC memproyeksikan pengiriman turun 11,3 persen, sementara nilai pasar naik 1,6 persen menjadi 274 miliar dolar AS.

Produsen perangkat kelas bawah menanggung tekanan paling besar. IDC menyebut vendor Android entry-level paling terpukul karena hampir tidak punya ruang menyerap kenaikan biaya komponen, dan lembaga itu memperkirakan konsolidasi di antara produsen kecil. Proyeksi IDC yang lebih awal, saat penurunan global masih diperkirakan 12,9 persen, menempatkan Asia Pasifik di luar China dan Jepang pada penurunan 13,1 persen, dan Timur Tengah serta Afrika pada 20,6 persen. Laporan itu tidak merinci Indonesia. Meski begitu, pasar yang bertumpu pada ponsel murah dan menengah berada pada posisi yang rentan menurut logika proyeksi tersebut.

CEO Lenovo, Yang Yuanqing, menyebut ketidakseimbangan pasokan ini bersifat struktural, bukan fluktuasi jangka pendek. Produsen PC modular Framework sudah menaikkan harga sebagian laptop dan komponennya, dan memperingatkan kenaikan lanjutan.

Yang perlu diawasi

Industri memori berbentuk oligopoli, dan keputusan mengalokasikan kapasitas ke HBM diambil perusahaan swasta berdasarkan margin, bukan kebutuhan publik. Sumber yang dirujuk tulisan ini tidak menunjukkan adanya koordinasi di antara ketiga produsen. Perilaku mereka konsisten dengan respons terhadap insentif margin. Kritik yang lebih tepat sasaran adalah soal konsentrasi: ketika tiga perusahaan menentukan pasokan komponen dasar hampir semua perangkat elektronik, negara pengimpor hampir tidak punya daya tawar.

Proyeksi lamanya krisis pun belum seragam. TrendForce memperkirakan pasokan tetap ketat sampai 2027. IDC sebelumnya melihat harga memori stabil pada pertengahan 2027, tetapi pembaruan terbarunya memperkirakan harga terus naik sedikitnya sampai 2028. Kapasitas baru dari investasi SK Hynix baru diharapkan hadir sekitar 2028 sampai 2029. Pembaca yang mengikuti isu ini sebaiknya membandingkan rilis terbaru tiap lembaga, karena angka-angka tersebut berubah dari kuartal ke kuartal.