Mahasiswa UMM & FAD Betak: Remaja Siap Merancang Masa Depan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Keken Himawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tulungagung – Balai Desa Betak pada Senin malam, 12 Agustus 2024, dipenuhi keceriaan dan tawa puluhan anak. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Program Pengabdian Masyarakat (PPM) menggandeng Forum Anak Desa (FAD) untuk menggelar sosialisasi bertajuk “Merancang Masa Depan, Mewujudkan Mimpi Sejak Dini”.
Kegiatan diawali dengan pengenalan FAD, mulai dari siapa mereka hingga tujuan dibentuknya forum ini di desa. Anak-anak diajak memahami bahwa FAD hadir sebagai wadah aspirasi dan pengembangan diri generasi muda. “Kami ingin anak-anak tahu bahwa FAD adalah ruang untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi desa,” ujar salah satu pengurus FAD.

Setelah itu, mahasiswa memberikan materi tentang mimpi dan cita-cita, serta rintangan yang mungkin dihadapi dalam meraihnya. Dengan bahasa sederhana dan interaktif, anak-anak diajak berdiskusi tentang arti mimpi, bagaimana menetapkan cita-cita, dan mengenali tantangan yang bisa menghambat. “Kami ingin anak-anak terbiasa memikirkan masa depan mereka sejak sekarang, sehingga lebih siap saat menghadapi tantangan,” kata Keken, mahasiswa UMM yang menjadi pemateri. Bagian yang paling seru adalah saat anak-anak bersama mahasiswa membuat mading bertema “Cara Menghadapi Rintangan”. Di mading tersebut, mereka menempelkan ide-ide kreatif, mulai dari rajin belajar, berdoa, hingga pantang menyerah meski gagal. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga memberi mereka gambaran nyata bahwa setiap rintangan punya solusi.
Tak berhenti di situ, anak-anak menuliskan cita-cita dan mimpi mereka di secarik kertas, lalu memasukkannya ke dalam “Kotak Dream”. Ada yang bercita-cita menjadi guru, dokter, polisi, bahkan pilot. “Menulis mimpi ini seperti janji untuk diri sendiri. Semoga kelak mereka bisa membukanya lagi dan melihat mimpi yang sudah tercapai,” tambah keken.Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak Desa Betak. Selain menambah wawasan, mereka juga belajar bahwa mimpi perlu direncanakan dan diusahakan, bukan hanya diimpikan.
Kepala Desa Betak menyambut baik inisiatif ini. “Kegiatan seperti ini penting agar anak-anak punya arah dalam hidupnya sejak kecil. Terima kasih kepada mahasiswa UMM dan FAD yang sudah peduli,” ujarnya. Program PPM “Merancang Masa Depan, Mewujudkan Mimpi Sejak Dini” ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas desa dapat memberi dampak positif nyata. Dari mengenal FAD, belajar tentang cita-cita, hingga menulis mimpi di Kotak Dream, semua dilakukan dengan semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Desa Betak.
