Konten dari Pengguna

Rangkai Api Organisasi melalui Regenerasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Putri Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap kampus pasti memiliki sebuah lembaga yang bernama organisasi. Apa sebenarnya organisasi itu? Bagaimana sistem di dalamnya? Siapa saja orang-orang yang mengepalainya?

Menurut pemahaman saya, organisasi merupakan sebuah lembaga berisikan sekelompok orang yang ingin berproses demi mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya sistem di tiap organisasi itu terstruktur dan dominasi lingkungannya formal. Terdapat ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, dan divisi lainnya yang saling melengkapi organisasi tersebut.

Di Universitas Pamulang memiliki beberapa organisasi mahasiswa, salah satunya Himpunan Mahasiswa Sastra Indonesia. Lembaga ini telah berdiri sejak 2013, telah beberapa kali mengalami regenerasi organisasi agar terus berdiri guna mewadahi minat dan bakat mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Pamulang.

Kegiatan regenerasi di sesi penampilan drama pada Minggu, (18/10/26). Sumber: dokumentasi pribadi.

Tahun ini, kegiatan kaderisasi dikemas dengan mengusung tema RANGKAI, yang merupakan akronim dari Rasa tanggung jawab, Adaptif, Nalar, dan Aksi Bersama. Nama ini dipilih bukan tanpa alasan, keempat nilai tersebut dirasa menjadi fondasi paling mendasar yang harus dimiliki oleh setiap calon pengurus baru sebelum mereka benar-benar memegang tongkat estafet kepemimpinan. Rangkaian pembinaan ini telah diselenggarakan pada Sabtu & Minggu, 17 & 18 Oktober 2026, bertempat di Villa Bedugu Rod, Kp. Pondok RT 01/08, Pabuaran, Kec. Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Proses pengkaderan di lokasi telah dirancang agar tidak membosankan. Ada sebanyak 27 peserta terpilih yang telah lolos seleksi tidak hanya disuguhi teori di dalam ruangan, tetapi diajak menempa mental melalui rangkaian diklat yang komprehensif. Mulai dari pemahaman mendalam seputar keorganisasian, teknik persidangan, kepemimpinan, hingga simulasi pemecahan masalah yang sering kali menjadi batu sandungan bagi pengurus baru.

Regenerasi bukan sekadar agenda seremonial tahunan untuk menggugurkan kewajiban. Menelisik lebih dalam, ia adalah jantung yang memastikan denyut organisasi tetap hidup. Kendati demikian, kita sering lupa bahwa merawat regenerasi tidak cukup hanya dengan menyuruh orang datang dan menduduki kursi kepengurusan. Tantangan di lapangan jauh lebih kompleks, mulai dari menyatukan kepala dengan idealisme yang berbeda, membangun komunikasi yang kerap macet, hingga menumbuhkan rasa memiliki di tengah kesibukan akademik mahasiswa.

Walau acara ini cukup terbilang serius, sentuhan khas anak Sastra tetap dijaga dalam ritme kegiatan ini. Di sela-sela ketegangan materi, simulasi divisi, hingga uji ketahanan mental seperti jurit malam, para peserta juga dibekali ruang ekspresi melalui latihan dan pementasan drama. Hal ini membuktikan bahwa jiwa kepemimpinan yang kritis dan bernalar tajam bisa berjalan berdampingan dengan kepekaan seni serta apresiasi sastra.

Pada akhirnya, regenerasi yang sehat tidak akan lahir secara instan. Ia butuh dirangkai dari kepedulian, ditempa lewat tanggung jawab, dan digerakkan dengan aksi nyata bersama-sama. Melalui langkah awal di LDKO ini, estafet kepengurusan Hima Sasindo diharapkan tidak kehilangan arah, tetap solid, dan terus membawa warna serta inovasi baru bagi almamater tercinta.