Telkom Target Pangkas Anak Usaha Jadi 19 pada 2026, Pastikan Tak Ada PHK

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah menata struktur anak usahanya, dengan menargetkan jumlah perusahaan dalam grup menjadi 19 anak usaha dari total 67.
Direktur Strategic Business Development Portfolio Telkom Indonesia Seno Soemadji mengatakan, jumlah anak usaha Telkom yang sebelumnya mencapai 67 perusahaan telah berkurang menjadi 48 perusahaan per Juni 2026.
“Di konservasi sudah banyak sekali. Ada beberapa hal yang paling mendasar. Satu, streamlining ya. Kita dari 67 per Juni kemarin sudah tinggal 48. Target kita mudah-mudahan akhir tahun ini jadi banyak lagi. Sehingga kita bisa mencapai target 19,” ujar Seno di sela-sela acara Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 di Nusa Dua, Bali, Rabu (26/8).
Seno mengatakan, proses penataan tersebut masih berlangsung dan memiliki kompleksitas serta dinamika yang tinggi.
“Streamlining itu sedang kita lakukan juga. Namun, streamlining ini luar biasa kompleksitasnya, dinamikanya luar biasa, dan pendekatan dari dan antara juga sangat agresif. Tentunya ini masih bergerak terus ya,” kata Seno.
Meski menargetkan jumlah anak usaha dapat menjadi 19 perusahaan pada akhir tahun ini, Seno membuka kemungkinan terdapat satu hingga dua entitas yang baru rampung pada tahun berikutnya.
“Tapi kita targetkan end of game-nya kita akan menjadi 19 anak usaha. Targetnya sampai akhir tahun mungkin ada 1-2 yang spill over di tahun depan,” ujar Seno.
Di tengah proses penataan jumlah anak usaha, Seno memastikan Telkom tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan. “Nggak ada, kita nggak boleh layoff,” tegasnya.
Penataan anak usaha ini menjadi bagian dari transformasi Telkom menuju struktur strategic holding. Dalam struktur tersebut, Telkom akan menaungi empat pilar bisnis, yakni consumer, digital infrastructure, enterprise, dan internasional yang nantinya beroperasi lebih independen.
