Belajar dari Kisah di Balik Relief Candi Jawar

Kelompok BSI 3 - KKN Tematik Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang 2020
Tulisan dari Kelompok BSI 3 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belajar merupakan suatu kegiatan yang tak mengenal usia. Belajar juga dapat dilakukan dari mana saja dan melalui apa saja. Salah satunya adalah belajar di Candi Jawar yang terletak di Dusun Sukorejo, Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Warga daerah tersebut sering menyebut candi ini dengan nama Candi Jawar, Candi Jejawar, maupun Candi Jawar Ombo. Meskipun demikian candi ini secara administratif bernama Candi Jawar. Hal tersebut ditegaskan oleh Juru Pelihara Candi Jawar mengingat adanya candi buatan yang terletak tidak jauh situs ini.
Jadi Candi Jawar yang sebenarnya adalah yang sekarang disebut Situs Purbakala dan yang satunya merupakan candi buatan yang masih baru. Itu bukan purbakala karena itu candi buatan baru. Candi tersebut memang tidak ada sejarah peninggalan jaman-jaman dulu. ungkap Bapak Ribut Harianto selaku Juru Pelihara Candi Jawar atau Situs Purbaka.
Candi Jawar merupakan salah satu situs peninggalan terakhir kerajaan Majapahit. Selain itu, pada masa jayanya Candi Jawar difungsikan sebagai suatu mandala atau kadewaguruan. Sebuah mandala atau kadewaguruan merupakan suatu tempat suci yang digunakan untuk menempuh ilmu keagamaan. Berkaitan dengan hal tersebut, di panil-panil pendapa teras Candi Jawar terdapat relief-relief yang memiliki kisah tentang berbagai hewan (fabel) yang dapat dijadikan sebagai suatu teladan dalam menjalani kehidupan. Saat ini, hanya 8 panil yang dapat diidentifikasi berdasarkan kondisi relief-relief yang sudah mulai memudar karena alam.
Gambar relief di panil-panil pendapa Candi Jawar tersebut memuat makna dan pesan yang berguna untuk pengembangan moral masyarakat khususnya generasi muda. Maka dari itu, kelompok BSI 3 KKN Tematik Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang berinisiatif membuat buku berjudul “Kisah di Balik Relief Candi Jawar” . Buku ini bertujuan untuk menambah wawasan serta nilai-nilai moral yang dapat diteladani. Buku yang memuat penjelasan tentang 8 panil yang mewakili cerita-cerita binatang. Cerita-cerita tersebut antara lain Burung Bangau yang Menipu Ikan, Kinnara, Gagak dan Ular Mati oleh Ketam, Dua Anjing yang Mengejek Kura-Kura, Maharaja Aridarmadan Brahmana Nagapertala, Sang Patih Serigala Sembada, Ular yang Menipu Katak, serta Kera dengan Burung Manyar.
Cerita-cerita tentang binatang atau fabel yang terdapat dalam buku Kisah di Balik Relief Candi Jawar memuat pesan moral dan edukatif. Salah satunya adalah cerita berjudul Kera dengan Burung Manyar. Cerita ini mengisahkan tentang dua binatang yang hidup bertetangga. Pada suatu ketika kera marah kepada burung manyar. Kera dihina dan dibilang bodoh karena tidak dapat membangun rumah untuk tempatnya berlindung. Kera yang kesal akan ucapan tersebut pun merusak rumah milik burung manyar, akibatnya kedua hewan tersebut harus kedinginan saat musim penghujan. Berdasarkan cerita ini dapat diambil beberapa pesan moral yang dapat diteladani, di antaranya adalah 1) nasihat harus diberikan dengan baik dan santun; 2) emosi tidak dapat menyelesaikan suatu permasalahan; 3) jangan suka mencampuri urusan orang lain; serta 4) pentingnya menjaga hubungan baik dengan tetangga maupun orang lain.
Pembuatan buku Kisah di Balik Relief Candi Jawar ini dirasa perlu bagi pengembangan karakter dan pembelajaran mengenai tata cara bersosialisasi dengan manusia lain, dengan segala makhluk penghuni bumi seperti hewan dan tumbuhan atau bahkan dengan diri sendiri. Hal tersebut sejalan dengan penuturan Pak Wayan, selaku Pandita Hindu yang dulunya pernah tinggal di sekitar situs Candi Jawar.
Saya rasa perjuangan orang-orang pada jaman dulu lebih mudah karena melawan hal-hal yang dapat dilihat oleh mata dan memiliki wujud seperti raksasa atau hewan buas. Sedangkan orang-orang jaman sekarang perjuangannya lebih sulit karena melawan hal-hal yang tidak tampak oleh mata seperti mental dan pikiran.
Penulis: Sindy Lianawati, mahasiswi S1 Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang
Linimasa KKN Tematik Mulyoasri:
Instagram: @kknum_mulyoasri
Youtube: KKN Mulyoasri [KKN Tematik JSI UM 2020]
Laman web: mulyoasrimlg.wordpress.com
