Menulis: Dari Gagasan Ke Tulisan

Yerri Satria Putra
Akademisi di Universitas Andalas, Sumatera Barat
Konten dari Pengguna
16 November 2023 19:09 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Yerri Satria Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langkah-Langkah Membuat Tulisan yang Berkualitas

Gambar hanya ilustrasi. Berjudul "Menulis Gerbang Pengetahuan" Oleh Yerri Satria Putra
zoom-in-whitePerbesar
Gambar hanya ilustrasi. Berjudul "Menulis Gerbang Pengetahuan" Oleh Yerri Satria Putra
ADVERTISEMENT
Saat kita membaca sebuah karya tulis, seperti esai, artikel, cerpen, atau puisi, sering kali kita merasa yakin bahwa kita mampu menciptakan karya yang melampaui apa yang telah kita baca. Namun, paradoksnya muncul saat kita mencoba menggali gagasan-gagasan kita dan merangkai kata-kata ke dalam karya kita sendiri. Sulit dan hasilnya tidak bagus, Mengapa kita sering kali merasa terbata-bata dalam proses ini? Jawabannya tidak semata-mata terletak pada meremehkan proses menulis, melainkan pada kompleksitas psikologis dan kreatif dari setiap langkahnya.
ADVERTISEMENT
Meremehkan proses menulis tidak hanya menunjukkan ketidakpahaman kita terhadap esensi dari sebuah seni tulis, tetapi juga dapat menjadi kendala serius dalam mengembangkan potensi kreatif kita. Sebaliknya, untuk menjadi penulis yang mampu menciptakan karya luar biasa, dibutuhkan kemauan kuat dan komitmen tinggi terhadap seni tulis menulis. Kualitas suatu tulisan bukan cuma mengandalkan objek yang diangkat, melainkan ditentukan juga oleh kemampuan menangkap dan mengolah data ke dalam kalimat yang tidak hanya informatif tetapi juga estetis.
Penulis hebat tidak hanya mampu menghasilkan karya yang luar biasa di berbagai genre, tetapi juga memiliki keterampilan membangun struktur tulisan yang kokoh dan menggunakan bahasa yang sederhana namun memikat. Kesederhanaan bahasa adalah kunci untuk memudahkan pembaca dalam menangkap esensi tulisan, sehingga mampu membawa mereka melalui setiap lapisan pikiran penulis.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya sebagai penikmat, peran pembaca sebagai kritikus juga sangat signifikan. Sebuah tulisan dapat dikatakan berhasil jika mampu melewati ujian kritis pembaca, sehingga mereka mampu menilai sebuah karya secara objektif. Ini menandakan bahwa hubungan antara penulis dan pembaca adalah saling menguntungkan; penulis mendapatkan umpan balik konstruktif, sedangkan pembaca mendapatkan pengalaman intelektual yang memuaskan.
Perjalanan untuk menjadi "penulis yang baik" memerlukan lebih dari sekadar latihan dan waktu. Harus diingat bahwa kemampuan menulis bukanlah keterampilan yang diperoleh dalam semalam, melainkan hasil dari kebiasaan dan dedikasi yang dipupuk terus-menerus. Ini bukan sekadar tentang mengejar popularitas atau kejutan viral dari karya pertama, melainkan tentang proses berkembang menjadi penulis yang memiliki kedalaman ide dan kekayaan ekspresi.
ADVERTISEMENT
Memang, membangun kebiasaan menulis melibatkan berbagai kegiatan pendukung, seperti membaca, berdiskusi, dan merespons realitas kehidupan sekitar. Sahabat pena, yang kini mungkin terlupakan di tengah gemerlap media sosial, sebenarnya dapat menjadi kunci untuk merawat dan mengasah keterampilan menulis. Dalam surat-menyurat, terutama dengan sahabat pena yang berbeda pandangan, kita dapat mengeksplorasi berbagai sudut pandang dan mendapatkan umpan balik yang berharga.
Ketika mencapai titik ini, menjadi penulis sejati bukan hanya sekadar gelar, melainkan sebuah panggilan untuk berbagi pemikiran dan pengalaman dengan dunia. Karya yang "dipublikasikan" bukan menjadi sebuah pajangan, tetapi sebuah pesan yang kuat dan inspiratif. Setiap tulisan menjadi jendela yang terbuka lebar, mengundang pembaca untuk masuk ke dalam pikiran penulis dan merasakan setiap nuansa yang dituangkan.
ADVERTISEMENT
Dalam teknik dan metode penulisan, perlu dipahami bahwa penulisan bukanlah sekadar pengejaran gaya atau bentuk, melainkan lebih pada penguasaan esensi tulisan itu sendiri. Logika ide yang terbangun secara rapi, konstruksi kalimat yang mengalir, dan penggunaan konstruksi "piramida terbalik" yang memberi kejutan pada pembaca adalah sebagian kecil dari seni menulis yang lebih mendalam.
Tak dapat diabaikan, pengetahuan tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah fondasi yang kokoh dalam menulis. Meskipun sederhana, tetapi pemahaman yang baik tentang aturan EYD membantu memastikan bahwa pesan yang ingin disampaikan tidak terdistorsi oleh kesalahan ejaan.
Demikianlah, langkah-langkah ini bukan hanya sekadar panduan praktis, melainkan undangan untuk meresapi setiap momen dan melibatkan diri secara utuh dalam proses menulis. Dengan tekad dan semangat yang berkobar, kita dapat melewati setiap rintangan, mewujudkan impian menjadi penulis yang tidak hanya unggul secara teknis tetapi juga mendalam dalam gagasan dan pemikiran. Mulailah menulis sekarang, dan jangan biarkan ide-ide berharga hanya bersarang di dalam pikiran, melainkan biarkan mereka berseru melalui karya-karya yang memikat hati dan pikiran pembaca. Kirimkan karya kita ke media, bukan sekadar untuk publikasi, melainkan untuk merentangkan sayap inspirasi di tengah jagat tulisan yang mendalam dan bermakna.
ADVERTISEMENT