Masuk Surga Itu Mudah, Ini kuncinya

Humas Lapas Kembangkuning NK
Laman Berita Lapas Kelas IIA Kembangkuning, Dikelola oleh Tim Humas Kembangkuning
Konten dari Pengguna
4 April 2023 9:26 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Humas Lapas Kembangkuning NK tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Humas Kantor Wilayah Jawa Tengah
zoom-in-whitePerbesar
Humas Kantor Wilayah Jawa Tengah
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
SEMARANG- Mengutip makna dari Hadist ke 22 Kitab Arbain Nawawi, Kepala Bagian Program dan Hubungan Masyarakat (Kabag Promas) Kanwil Kemenkumham Jateng Toni Sugiarto, menjelaskan metode paling sederhana untuk mencapai surga.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan Hadist tersebut menurut Toni secara ringkas, kunci masuk surga adalah mengerjakan perkara yang wajib, meninggalkan yang dilarang dan diharamkan serta tidak menambahkan ibadah dari yang disunnahkan.
"Hal ini menunjukkan bahwasanya orang yang sudah mengerjakan perkara-perkara yang wajib, seperti sholat, berpuasa dan lainnya serta meninggalkan perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak menambah sesuatu pun dari yang sunnah-sunnah maka akan masuk surga," ujar Toni memberikan ceramah dalam Kultum Ramadhan Ba'da Sholat Dzuhur Berjamaah di Masjid Al Hikmah Kantor Wilayah, Senin (03/04).
"Artinya cukup menjalankan kewajiban, meninggalkan yang haram dan sekali lagi tidak menambah sedikit pun diatas amalan-amalan itu, kecuali yang diwajibkan dan disunnahkan," sambungnya.
Mempertegas makna kajian ini, Kabag Promas kemudian mengutip Surah Fatir ayat 22 yang intinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala membagi umat manusia kepada tiga kelompok.
ADVERTISEMENT
"Yang pertama, orang-orang yang mendzalimi dirinya sendiri," terang Toni
"Ini adalah kelompok yang masih meninggalkan yang wajib-wajib, juga masih mengerjakan yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala".
"Ini mendzalimi diri sendiri, karena kedzaliman adalah menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Yang seharusnya menjadi kewajiban malah tidak dilakukan, sedangkan yang seharusnya dihindari malah dikerjakan, ini mendzalimi diri sendiri," imbuhnya.
Yang kedua berdasarkan pemaparan Toni, orang yang sedang-sedang atau tengah-tengah. Adalah mereka yang mencukupkan diri dengan yang wajib-wajib, juga tidak menambah amalan-amalan yang sunnah, tapi dia juga meninggalkan semua yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
"Dan yang ketiga, orang-orang yang unggul dengan berbagai kebaikan. Orang-orang yang tidak hanya mencukupkan diri dengan amalan-amalan wajib saja, tapi mereka juga menambah dengan yang sunnah-sunnah," ungkap Toni.
ADVERTISEMENT
"Mereka meninggalkan semua yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Semua yang hukumnya haram, bahkan juga menambah dengan meninggalkan yang makruh-makruh atau yang mubah, karena kekhawatiran mereka kalau seandainya yang mubah itu nanti malah menarik mereka kepada yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala," pungkasnya.
Kesimpulannya, ada tiga kelompok hamba Allah. Tentunya yang paling utama adalah yang mengerjakan yang wajib-wajib kemudian juga menambah dengan yang sunnah-sunnah. Kemudian yang kedua adalah yang muqtashid, yang ketiga adalah yang mendzalimi dirinya sendiri.
Kajian ini diikuti oleh para pegawai Kanwil Kemenkumham Jateng Jama'ah Sholat Dzuhur Berjamaah. Diadakan setiap hari kerja sepanjang bulan suci Ramadhan 1444 H.