Konten dari Pengguna

Mendag Dorong UMKM Muhammadiyah Naik Kelas lewat 4 Pilar Peningkatan Daya Saing

Kemendag RI

Kemendag RIverified-green

Akun resmi Kementerian Perdagangan RI

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kemendag RI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mendag Zulkifli Hasan beri kuliah umum di Universitas Lampung. Foto: Kemendag RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendag Zulkifli Hasan beri kuliah umum di Universitas Lampung. Foto: Kemendag RI

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menegaskan, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar terus maju dan berkembang harus menerapkan empat pilar peningkatan daya saing.

Keempat pilar tersebut yakni mensinergikan UMKM, ritel modern, lokapasar (marketplace) dan perbankan dalam satu ekosistem.

"Jadi, kata kuncinya adalah kerja sama. Pemerintah mesti hadir, marketplace harus hadir, ritel modern harus hadir, perbankan mesti hadir sehingga ekosistemnya terbentuk, ujar Mendag Zulhas, saat memberikan sambutan pada acara Rakerwil-Rakorwil dan Temu Bisnis UMKM Lembaga Pengembang (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, di Semarang, Jateng, Sabtu (7/10).

Zulhas berharap, UMKM Muhammadiyah dapat bersinergi menyuplai produk-produk mereka ke ritel-ritel modern. Selanjutnya produk mereka dapat bersinergi dengan marketplace melalui berbagai pelatihan yang bertujuan mampu merambah pasar digital.

Selain itu, Zulhas juga meminta peran Muhammadiyah menjadi pelopor dalam bidang ekonomi. "Kita berharap agar Muhammadiyah bisa menjadi pelopor sehingga Indonesia ini menjadi apa yang kita harapkan menjadi Indonesia yang maju, Indonesia yang berdaulat," kata pria yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pada kesempatan itu Mendag Zulhas juga menerima penghargaan UMKM Award dari LP UMKM Jateng.

Turut hadir Ketua PW Muhammadiyah Jateng Tafsir, serta Ketua PW Aisyiyah Jateng Eni Winaryati. Hadir mendampingi Mendag Zulhas yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim dan Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Fajarini Puntodewi.