Bantu Persalinan Warga Binaan, Petugas Rutan Gresik Gantikan Peran Ayah

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur adalah instansi vertikal yang melayani persoalan hukum dan HAM
Konten dari Pengguna
26 November 2021 18:12
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bantu Persalinan Warga Binaan, Petugas Rutan Gresik Gantikan Peran Ayah (25624)
searchPerbesar
Petugas Rutan Gresik Agung Setyo Darminto mengumandangakn azan dan iqomah kepada bayi yang baru dilahirkan seorang warga binaan pemasyarakatan.
GRESIK – Salah satu warga binaan di Rutan Gresik Kanwil Kemenkumham Jatim berinisial PH melahirkan bayi laki-laki kemarin (25/11). Salah seorang petugas pun menggantikan peran ‘ayah’ bagi bayi yang masih merah itu.
ADVERTISEMENT
PH sudah menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan sejak Rabu malam (24/11). Pada pukul 23.00 WIB, perempuan 23 tahun itu mengalami kontraksi. Perawat Rutan Gresik yang sedang piket melakukan observasi untuk memastikan tanda-tanda mau melahirkan. “Sepuluh menit kemudian, PH dirujuk ke IGD RS Ibnu Sina karena sudah mengalami pembukaan pertama,” ungkap Karutan Gresik Aris Sakuriyadi.
Perempuan yang terjerat kasus narkotika melewati malam itu dengan penuh emosi dan menguras banyak energi. Diantara hidup dan mati. Namun, perempuan yang divonis 6 tahun 2 bulan itu berhasil melewati masa-masa itu. Dan tepat pukul 07.20 WIB keesokan harinya, telah lahir secara normal bayi laki-laki. “Alhamdulillah, bayi kondisi sehat dengan BB 2,920 kg dan TB 49 cm,” tutur Aris.
ADVERTISEMENT
Selama proses melahirkan, perempuan yang masuk ke Rutan Gresik sejak Bulan Juli 2021 itu didampingi seorang petugas rutan bernama Agung Setyo Darminto. Dan dengan sigap, Agung yang mengawal proses lahiran tersebut melakukan ritual penyambutan bayi secara islam. Yaitu dengan mengumandangkan adzan dan iqomah di kedua telinga bayi. “PH memang pesan agar bayinya bisa disambut dengan cara islam, sehingga petugas kami juga sudah mempersiapkan diri,” lanjut pria lulusan AKIP angkatan ke-34 itu.
Aris menjelaskan bahwa sejak Oktober lalu terdapat dua ibu hamil dengan usia kandungan sudah mencapai 8 bulan yang harus menghabiskan masa hukumannya di Rutan Gresik. Pihak rutan telah memberikan perhatian lebih kepada warga binaan yang memang dalam kondisi hamil tua. Berbagai pelayanan seperti senam ibu hamil, cek kondisi kehamilan dengan USG, pemberian vaksin hingga multivitamin serta susu bagi warga binaan yang sedang hamil telah diberikan pihak rutan. “Semua dilakukan agar janin di dalam kandungan tetap sehat dan tanpa ada gangguan dalam perkembangannya,” urainya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengapresiasi pelayanan yang dialkukan jajarannya. Menurutnya, jajarannya terus melalukan layanan dan memberikan fasilitas yang terbaik sebagai pemenuhan hak warga binaan dalam hal kesehatan. Dan semua layanan ini gratis tanpa dipungut biaya sepersen pun. "Ini merupakan bukti kita dalam memberikan pelayanan prima terhadap warga binaan,” tegas Krismono. (Humas Kemenkumham Jatim)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020