Konten dari Pengguna

Kementerian PUPR Dukung Pengembangan Kebun Raya Jompie Kota Parepare

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)

Kebun Raya Jompie kini menjadi ikon wisata baru di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Selain sebagai tempat untuk mengetahui ragam tumbuhan dan bunga, pengunjung juga bisa bersantai menikmati suasana dan panorama ruang terbuka hijau yang ada di tengah kota tersebut. Saat ini, Kebun Raya Jompie dianggap sebagai salah satu hutan kota terbaik di Sulawesi Selatan.

Pembangunan Kebun Raya Jompie yang memiliki luas 13,5 hektare, mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pada tahun 2016 lalu, melalui Ditjen Cipta Karya, dibangun beberapa infrastruktur pendukung senilai Rp 9,8 miliar.

Anggaran yang dikeluarkan digunakan untuk penataan boulevard, pergola, area parkir, pos jaga, rumah kaca (untuk tanaman berdaun indah, tanaman kering, dan pembibitan), prasarana pembibitan, kebun nursely, flower bed, viewing deck, prasarana pengomposan, papan informasi dan nama, dan pekerjaan site.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, peran Kementerian PUPR dalam membangun RTH tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi keindahan, namun juga memberikan kontribusi terhadap konservasi air, tanah, dan perbaikan kualitas udara.

Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)

“Di samping pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR juga fokus pada pengembangan lanskap dan penghijauan kota. Program peningkatan kualitas kota dilakukan melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk menambah luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH)," jelas Menteri Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Pada tahun 2016, Kementerian PUPR juga membangun tiga RTH lainnya yakni Taman Parakan di Kabupaten Temanggung, Taman Putroe Phang di Banda Aceh dan Taman Adipura di Kota Bontang. Ketiga RTH tersebut telah dimanfaatkan masyarakat dan menjadi tujuan wisata serta tempat berinteraksi warga kota.

Taman Adipura di Kota Bontang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 4,8 miliar. Pekerjaan yang dilakukan berupa pembangunan green open space, trek untuk lari, panggung pertunjukan, plaza utama, taman bermain, parkir sepeda, tempat sampah, komposter, WC umum, pos jaga, talud keliling, gazebo, dan papan penanda taman.

Berkat kehadiran Taman Adipura, kualitas udara yang dinikmati masyarakat pun menjadi lebih baik, ketersediaan air tanah semakin terpelihara, dan lingkungan beserta flora dan fauna yang ada di dalamnya juga kian lestari.

Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)
zoom-in-whitePerbesar
Kebun Raya Jompie Kota Parepare (Foto: Kemen PUPR)

Sedangkan Taman Putroe Phang di Kota Banda Aceh merupakan kawasan pusaka yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda bagi permaisurinya Putroe Phang. Pembangunan yang dilakukan berupa landskap, pedestrian, bangunan panggung, tribun, dan pargola dengan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar.

Sementara, di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Kementerian PUPR juga telah membangun Taman Parakan dengan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar. RTH yang memiliki luas 13.300 m2 kini dapat dimanfaatkan untuk wisata masyarakat, kegiatan gelaran budaya, dan sebagai pusat dokumentasi kebudayaan di Kabupaten Temanggung.

Pembangunan RTH oleh Kementerian PUPR ini diharapkan bisa dijadikan contoh bagi para pemerintah daerah untuk mengembangkan RTH lain di kotanya. Hal ini sekaligus dalam rangka pemenuhan kuota RTH di kawasan perkotaan sebesar 30% dari luas wilayah kota yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% RTH privasi sebagaimana diamanahkan dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.