Konten dari Pengguna

Terima Kasih Petani kepada Pendampingan Kementan dalam Program Food Estate

Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanianverified-green

Akun resmi Kementrian Pertanian

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kementerian Pertanian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menko Marves Luhur Binsar Pandjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono meninjau kawasan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan. Foto: Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menko Marves Luhur Binsar Pandjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono meninjau kawasan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan. Foto: Kementan RI

Para petani di kawasan food estate Klaster 7 dan 8, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan terima kasih atas bantuan sarana produksi (saprodi) dan pendampingan Kementan dalam memperluas lahan serta membangun sistem kelembagaan pada program food estate.

Tri Suparwanto, Ketua Gapoktan Bersama area Klaster 7 dan 8 Desa Dadahup, menjelaskan bantuan dan pendampingan tersebut berdampak langsung terhadap perbaikan ekonomi petani dan masyarakat sekitar.

Lebih dari itu, ada sekitar 180 petani dan pemangku kepentingan lainya yang sudah memegang saham korporasi bersama food estate Kalteng.

"Kami sudah dibimbing Kementan dalam membentuk korporasi petani. Bahkan ada 180 pemegang saham di klaster 7 dan ada 427 pemegang saham di klaster 8. Karena itu, kami berharap mendapat arahan lanjutan dalam melanjutkan korporasi ini," jelasnya.

Tri Suparwanto, Ketua Gapoktan Bersama area Klaster 7 dan 8 Desa Dadahup, Kapuas, Kalteng. Foto: Kementan RI

Adapun secara perluasan lahan, kata Tri, garapan petani mengalami peningkatan signifikan. Rata-rata gapoktan mampu menggarap 420 hektare dari garapan sebelumnya yang hanya 200 hektare.

Berdasarkan informasi yang diterima Tri, mereka bahkan mampu menghadirkan produksi padi sebanyak 6 ton dalam luasan 1 hektare.

"Petani sangat senang dan mengharapkan keberlanjutan food estate ini. Ada banyak hal yang dibantu kementan baik dari saprodi maupun alsintan. Yang pasti produksinya lebih murah dan hasilnya lebih bagus," ujarnya.

Tri Suparwanto, Ketua Gapoktan Bersama area Klaster 7 dan 8 Desa Dadahup, Kapuas, Kalteng. Foto: Kementan RI

Selain bentuk gabah, kata Tri, petani food estate juga menerima keuntungan lain dengan selalu tersedianya pasokan beras baik untuk konsumsi keluarga maupun dijual ke wilayah desa tetangga.

"Yang biasa kami amati sekarang adalah beras yang biasanya kurang, sekarang malah surplus. Bahkan petani bisa menjualnya ke desa tetangga. Ini karena produksi beras food estate meningkat bahkan surplus," tutupnya.

kumparan post embed