Konten dari Pengguna

Kisah Perburuan Eks Anggota TNI Cabul Penculik 7 Anak di Kendari

Redaksi kendarinesia

Redaksi kendarinesiaverified-green

Lebih dari Sekedar Berita, Partner Resmi kumparan 1001 Media, Email kumparan1001@gmailcom, Follow Instagram @kendarinesia

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Redaksi kendarinesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Motor milik tersangka yang ditinggal kabur, sementara pelaku masuk ke hutan, Senin (29/4). Foto: Foto: Lukman Budianto/kendarinesia
zoom-in-whitePerbesar
Motor milik tersangka yang ditinggal kabur, sementara pelaku masuk ke hutan, Senin (29/4). Foto: Foto: Lukman Budianto/kendarinesia

Belakangan ini, warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), sedang dibuat resah oleh ulah pelaku penculikan anak di bawah umur. Tercatat, hingga berita ini diturunkan, pelaku sudah menculik tujuh anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Bukan hanya menculik, pelaku juga diketahui berbuat cabul terhadap korban-korbannya. Setelah melakukan perbuatan tak senonoh tersebut, korbannya ditelantarkan begitu saja di tepi jalan.

Terduga pelaku ini diketahui merupakan anggota TNI yang sudah tidak aktif di kesatuan selama setahun lebih atau desersi. Sidang pemecatannya belum sempat terlaksana. Pelaku yang berpangkat Prada itu diketahui bernama Ardianus Patian (25) dan bertugas di Batalion Infanteri 725 Woroagi.

Terduga pelaku mulai melakukan aksinya pada Kamis siang (25/4). Korban pertamanya adalah dua orang anak di bawah umur. Awalnya, kedua anak ini dilaporkan hilang di wilayah Kemaraya, Kendari Barat, Kendari.

Malamnya, kedua anak yang masih duduk di bangku SD tersebut ditemukan warga di kawasan eks MTQ Kendari. Keesokan harinya, polisi kembali mendapat laporan dari warga bahwa seorang anaknya hilang.

Polisi kembali mendapat laporan satu anak hilang pada Sabtu (27/4). Keesokan harinya, Minggu (28/4), polisi lagi-lagi mendapat laporan dari warga bahwa ada dua anak SD yang hilang. Beberapa korban telah menjalani visum di RS Bhayangkara Kendari. Hasilnya, diketahui mereka telah mengalami kekerasan seksual.

Pada Senin (29/4), satu orang anak kembali dilaporkan telah diculik. Mendapat laporan tersebut, Tim Buser 77 Kendari langsung melakukan pengejaran hingga ke wilayah Hutan Nanga-Nanga Kendari.

Polisi turunkan anjing pelacak untuk mengejar pelaku, Senin (29/04). Foto: Foto: Lukman Budianto/kendarinesia

Merasa terdesak, anak kelas 4 SD yang diculik itu dibuang di jalan, dan pelaku melarikan diri ke dalam hutan dengan meninggalkan motor Yamaha Mio Soul berwarna hitam di tepi jalan.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Diki Kurniawan, yang memimpin pengejaran membenarkan kejadian tersebut.

"Alhamdulillah, korban berhasil kita selamatkan. Insyaallah pelaku kita akan tangkap," kata Diki di kawasan Hutan Nanga-Nanga Kendari.

Beberapa saat kemudian, Dandim 1417 Kendari, Letkol CPn Fajar Lutfi Haris Wijaya, juga tiba di lokasi. Saat dikonfirmasi kendarinesia, Fajar membenarkan bahwa terduga pelaku yang dalam pengejaran tersebut adalah anggota TNI desersi.

"Dia sudah keluar dari kesatuan satu tahun yang lalu. Namanya Adrianus Patian, pangkatnya Prada. Dia sudah desersi selama satu tahun," kata Fajar Lutfi di kawasan Hutan Nanga-Nanga saat ikut melakukan pengejaran.

"Kita memiliki kewajiban moral, saya sudah koordinasi dengan Kapolres, kita akan tangkap bersama-sama," terang Fajar.

Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Diki Kurniawan, memeluk korban ketujuh pelaku yang berhasil diselamatkan, Senin (29/04). Foto: Foto: Istimewa.

Pantauan di lokasi pengejaran, lebih dari 50 personel gabungan TNI dan Polri bersama-sama menyisir hutan Nanga-Nanga. Di tepi hutan, personel juga terlihat disiagakan.

Dua ekor anjing pelacak dari Polda Sultra terlihat diturunkan. Hingga berita ini ditayangkan, penyisiran masih terus dilakukan di dalam hutan Nanga-Nanga.

Di tempat terpisah, Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaedi, mengatakan akan menindak tegas pelaku. Jika melakukan perlawanan, akan ditindak sesuai prosedur.

"Tadi sore juga saya di lapangan ikut mengejar. Yang jelas kita akan melakukan tindakan tegas terukur jika melakukan perlawanan," kata Jemi Junaedi.

"Berkaitan tadi apakah pelaku adalah rekan kita, mohon maaf dari oknum anggota TNI, itu pun kalau benar, nantinya kita mendapatkan pelaku kita akan koordinasi lagi karena laporan ini sudah ada sama saya," jelas Jemi.

Dengan kejadian ini, Junaedi mengimbau kepada seluruh orang tua, khususnya di Kota Kendari, untuk mengantar-jemput anaknya di sekolah. Sebab, modus pelaku adalah menjemput korbannya dengan berpura-pura sebagai suruhan orang tua.

---

Lukman Budianto

Ilustrasi pemaksaan seksual Foto: Dok. Pixabay