Konten dari Pengguna

Kronologi Hilangnya 22 Peserta Pramuka SMPN 2 Kolaka

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Redaksi kendarinesia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses evakuasi yang dilakukan regu penyelamat terhadap siswa SMPN 2 Kolaka, (foto/doc basarnas)
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi yang dilakukan regu penyelamat terhadap siswa SMPN 2 Kolaka, (foto/doc basarnas)

Sebanyak 22 orang pelajar SMP Negeri 2 Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara dilaporkan tersesat pada Minggu (10/2). Mereka adalah siswa siswi yang aktif ekskul pramuka.

Sekolah Menengah Pertama ini memang rutin mengadakan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Untuk minggu ini, Persami dilaksanakan di Bumi Perkemahan Kea Kea, Kelurahan Mongolo, Kecamatan Latambaga, Kolaka. Awalnya, semua agenda Persami berjalan normal.

Minggu pagi, 22 penggalang pramuka SMP 2 dengan didampingi pembina pramuka Sarjono dijadwalkan akan menuntaskan kegiatan Persami dengan agenda terakhir mencari jejak. Namun agenda ini tidak berjalan sesuai rencana. Mereka tersesat di tengah Hutan Kea Kea.

"Pak Sarjono ini guru di sekolah kita. Dia memang pembina pramuka di sekolah. Tapi ada juga siswa SMA yang ikut membantu. Seniornya anak-anak pramuka di sekolah," kata Abbas, Kepala Sekolah SMPN 2 Kolaka, Senin (11/2).

"Saya sebenarnya ke lokasi perkemahan jam satu siang. Nah, waktu itu mereka sudah berangkat. Sebenarnya mereka dijadwalkan kembali pukul 16.00 Minggu sore ke perkemahan. Tapi sampai malam tidak kembali," tambahnya.

Ditemukan Dalam Kondisi lemas

Laporan hilangnya pelajar ini diterima Kantor SAR Kendari pada Pukul 19.35 Wita. Setelah mendapat laporan, Pos SAR Kolaka dibawah naungan Kantor SAR Kendari langsung melakukan pencarian.

"Pukul 19.35 wita terima info dari ibu isnaeny bahwa 23 orang murid pramuka bersama pembinanya tersesat dihutan," kata Humas SAR Kendari, Wahyudi.

Hingga Pukul 23.00 Wita, puluhan pelajar itu belum juga ditemukan. SAR Kendari pun kembali menambah personil. "Pada pukul 23.10 Wita satu tim lagi diberangkatkan dari Basarnas kendari dengan satu unit rescue car dengan peralatan pendukung lainnya menuju kolaka memberikan bantuan," tambah Wahyudi.

Kondisi korban di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, (foto/doc basarnas)

Pukul 03.10 Wita (11/2), tim rescue akhirnya berhasil menemukan rombongan. Jaraknya sekitar tiga kilometer arah timur dari Permandian Kea Kea, dan 6 kilometer dari pusat perkemahan. Saat ditemukan, rombongan membuat api unggun sebagai penerangan. Kondisi mereka saat itu dalam keadaan lemas karena kehabisan logistik, bahkan ada yang pingsan.

SAR pun langsung melakukan evakuasi ke Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Hingga pagi ini, belasan siswa telah diambil orang tuanya, namun tujuh pelajar (lima perempuan dua laki laki) masih dirawat di RS tersebut.

Tersesat Karena Satu Pelajar Cidera dan Pohon Tumbang

Sumarjono selaku pembina pramuka yang memandu pelajar SMPN 2 Kolaka saat ini masih lemas di rumahnya. Ia pun belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini.

Kepala Sekolah SMPN 2 Kolaka, Abbas mengatakan rombongan pramuka itu tersesat lantaran satu orang siswa mengalami cidera. Ia menjelaskan, sebenarnya rombongan ini telah sampai ke tujuan sesuai estimasi waktu yang telah direncanakan, yakni air terjun Kea Kea yang berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat perkemahan.

"Ini sebenarnya sudah bagus, mereka berangkat dengan peralatan yang lengkap dan setiap simpang jalan itu dia memotong kayu (sebagai tanda)," ujar Abbas.

Namun dalam perjalanan, satu orang siswa mengalami cidera kaki karena dipatok ular, tepatnya di tumit sebelah kiri. Siswa ini bernama Andi Asnella Syifa. Karena satu siswanya cidera, Sumarjono selaku pembina fokus mendampingi siswa tersebut dan membiarkan puluhan siswa lainnya berjalan di depan.

Hal ini membuat fokus Sumarjono terbagi yang mengakibatkan mereka tersesat. "Jadi pembinanya itu jalan di belakang karena dia temani ini yang cidera. Siswa lainnya didepan. Nah ada jalan yang harusnya ke kanan, ternyata siswanya ke kiri disitulah mereka kehilangan arah," jelas Abbas.

Sumber lain, Muhammad Kasib salah satu korban yang turut dievakuasi mengatakan, jalan yang sebelumnya telah diberi tanda tertutup karena pohon tumbang. Karena itu, mereka berinisiatif mengambil jalan lain. Bukannya mendapat jalur alternatif, rombongan malah kehilangan arah.

"Ada dibikin tanda, tapi itu tanda terblok karena ada pohon tumbang jadi kita cari jalan lain potong kompas. Tapi kita lewat itu, tidak adami tanda," ujar Kasib.

Saat ini seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka. Muhajir Jamal salah satu dokter di rumah sakit ini mengatakan kondisi korban sudah mulai normal, termasuk salah satu siswa yang dipatok ular.

"Pada intinya semua sudah stabil. Mereka kan cuma kelelahan saja. Tapi mereka tetap dalam pantauan kita, observasi namanya. Paling tidak satu kali 24 jam kalau sudah semakin membaik, sudah bisa kita pulangkan," terang dr Muhajir Jamal.

Berikut nama-nama rombongan pramuka SMPN 2 Kolaka

1. Suharjono/laki/pembina

2. Muh kasib/laki/peserta

3. Ismail kayu/laki/peserta

4. Arjun/laki/peserta

5. Arif/laki/peserta

6. Made wahyu/laki/peserta

7. Isra/laki/peserta

8. Arya/laki/peserta

9. Muh rifaldi/laki/peserta

10. Ilham Saputra/laki/peserta

11. Muh rifai/laki/peserta

12. Muh milka/laki/peserta

13. Muh fadil/laki/peserta

14. Andi asnella syifa/perempuan/peserta

15. Zayatun walia/perempuan/peserta

16. Umi kalsum/perempuan/peserta

17. Lisna alisanti/perempuan/peserta

18. Puja musdalifa/perempuan/peserta

19. Fadila paramanandi/perempuan/peserta

20. Aliya rahmadani safrika/perempuan/peserta

21. Fitri handayani/perempuan/peserta

22. Afta nayara sinta/perempuan/peserta

23. Asti/perempuan/peserta

Unsur terkait yang melakukan pencarian SAR, Kepolisian, TNI, PMI, dan Mahasiswa Universitas Sembilan November Kolaka.

Penulis : Lukman Budianto