Kumparan Logo
Konten Media Partner

2 Pasien Corona di Sultra Meninggal Dunia: 1 Berstatus PDP, 1 Positif

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses pemakaman pasien positif Corona yang meninggal dunia. Foto: Dok.Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemakaman pasien positif Corona yang meninggal dunia. Foto: Dok.Istimewa

Dua pasien Virus Corona atau COVID-19 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia. Seorang pasien laki-laki yang meninggal tersebut terkonfirmasi positif, sedangkan seorang perempuan yang juga meninggal berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) Corona.

Untuk pasien laki-laki yang meninggal dan terkonfirmasi positif Corona adalah warga Kota Kendari, berusia 75 tahun. Pasien tersebut meninggal di Ruang Isolasi RS Bahteramas Kendari pada Sabtu dini hari (18/4) sekitar pukul 01.30 WITA.

Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal, menjelaskan, pasien laki-laki tersebut merupakan pasien rawat jalan dengan penyakit Ginjal Cuci Darah (HD) reguler di RS Santa Anna Kendari.

Lalu, pada Kamis 2 April 2020, pasien tersebut masuk ke IGD Corona RS Bahteramas setelah mendapat rujukan dari RS Santa Anna Kendari karena hasil Rapid Tes yang dilakukan menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan hasil rapid tes tersebut, pihak RS Bahteramas langsung melakukan swab tenggorokan pasien, dan menempatkannya di ruang Isolasi Corona rumah sakit. Kemudian, pada Minggu 5 April 2020, hasil swab dari Laboratorium Makassar menyatakan pasien tersebut positif Corona.

Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal. Foto: Wiwid Abid Abadi/kendarinesia

"Setelah mendapat perawatan oleh pihak RS Bahteramas selama 16 hari, pasien dinyatakan meninggal di ruang isolasi," jelas Rabiul Awal atau karib disapa dr Wayong.

Lalu, lanjut dr Wayong, pasien meninggal kedua adalah seorang perempuan berusia 61 tahun dan berstatus PDP Corona. Pasien tersebut meninggal di RSUD Kota Kendari pada Jumat (17/4) sekitar pukul 23.00 WITA

"Walaupun demikian, pasien sudah dilakukan pemeriksaan swab, dan hasilnya masih menunggu dari Lab Makassar," katanya.

dr Wayong bilang, selain berstatus PDP, pasien tersebut memiliki penyakit penyerta yaitu kanker, dan mempunyai riwayat perjalanan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Selain status PDP, pasien ini juga dirawat karena ada penyakit penyerta, yaitu kanker nasofaring, dan baru saja pulang dari Makassar 1 minggu sebelumnya untuk menjalani kemoterapi," pungkasnya.

video youtube embed

๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™›๐™ค๐™ก๐™ก๐™ค๐™ฌ ๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™ž ๐™„๐™ฃ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ง๐™–๐™ข @๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ก๐™ž๐™  ๐™ฉ๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™ก '๐™„๐™†๐™๐™๐™„' ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ง๐™–๐™œ๐™–๐™ข ๐™ž๐™ฃ๐™›๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™จ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™™๐™ž ๐™Ž๐™ช๐™ก๐™–๐™ฌ๐™š๐™จ๐™ž ๐™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ง๐™–.

---------------------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!