5 Fakta Meninggalnya Anggota TNI di Bombana, Sulawesi Tenggara

Meninggalnya anggota TNI, Serda Rusdi (36), yang berstatus sebagai Banbinsa di Desa Rahantari, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) masih menimbulkan sejumlah tanda tanya.
Diketahui Serda Rusdi ditemukan sudah tak bernyawa di pohon jambu mete pada Rabu (19/8) dini hari. Peristiwa itu disaksikan langsung oleh seorang warga, saat hendak kekebun miliknya.
Saat ditemukan, jenazah Serda Rusdi dalam kondisi terlilit tali di leher dan kedua lengannya terikat.
Berikut fakta-fakta terkait meninggalnya Serda Rusdi di Bombana:
Penanganan Kasus Diambil Alih Denpom
Saat melakukan Autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, sekitar pukul 17.55 Wita Kapolda Sultra, Irjen Pol Merdisyam juga menyempatkan diri melihat prosesi otopsi jenazah Serda Rusdi.
Saat dijegat oleh awak media, Kapolda Sultra mengungkapkan bahwa penanganan kasus akan diambil alih oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom).
"Kasusnya akan diambil alih Denpom karena jenazah ini adalah anggota TNI, tapi tetap kita akan bantu," terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Komandan Korem (Danrem) 143 Haluoleo, Brigjen TNI Jannie A Siahaan.
"Karena dia ini anggota TNI maka akan kita ambil alih, jika saat penyelidikan ada unsur kriminal tentu akan kita serahkan ke pihak kepolisian," ungkap jendral berbintang satu itu.
Kematian Serda Rusdi Diakibatkan Terhambatnya Jalan Nafas
Saat ditanyai perihal penyebab kematian Darem 143 Haluoleo itu juga menjelaskan bahwa fakta yang dari hasil otopsi yaitu akibat terhambatnya jalan nafas.
"Berdasarkan hasil forensik untuk saat ini penyebab kematian jenazah akibat terhabat jalan nafas," terangnya saat ditanyai sekitar pukul 00.20 Wita dini hari.
Diduga kuat terhambatnya saluran nafas tersebut akibat tali yang menjerat leher Serda Rusdi.
Tak Ada Luka Kekerasan Selain di Leher
Tim dokter forensik RS Bhayangkara, dr. Raja Raja Alfatih Widya Iswara menjelaskan bahwa ada luka kekerasan fisik ditubuh Serda Rusdi pada bagian leher.
"Kalau tanda-tanda kekerasan ada, itu dibagian leher," ungkapnya saat diwawancarai oleh awak media usai melakukan Autopsi.
Namun ketika ditanyai apakah ada luka kekerasan fisik lainnya, ia membantah hal tersebut.
Belum jelas motif dibalik kematian Serda Rusdi
Hingga saat ini pihak Denpom masih melakukan pendalaman kasus atas meninggalnya Serda Rusdi.
Masih belum jelas motif apa yang menyebabkan Babinsa di Desa Rahantari itu meregang nyawa.
Saat ditanyai, Darem 143 Haluoleo juga enggan berbicara banyak. Namun satu hal yang diketahui saat ini, bahwa timnya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian Serda Rusdi.
Serda Rusdi Dimakankan di Kampung Halamannya di Pangkep
Informasi yang didapatkan bahwa jenazah Serda Rusdi akan dimakamkan hari ini, Kamis (20/8). Dimana jenazahnya sejak pagi tadi telah diboyong ke kampung halamannya di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Pangkep.
***
Geraldy Rakasiwi
