Bak 'Radiator Springs' di Film Cars, Latsitarda Kolaka Utara Tak Diminati Lagi
·waktu baca 3 menit

Bagi pecinta film animasi, mungkin tidak asing dengan film Cars. Film yang diproduksi Pixar Animation Studios, dirilis oleh Walt Disney Pictures.
Film yang disutradarai oleh John Lasseter itu bercerita tentang dunia yang dihuni kendaraan. Kota tua Radiator Springs, menjadi komponen pokok pembangun cerita dalam film yang dirilis pada 9 Juni 2006 itu.
Diceritakan, Radiator Springs dulunya menjadi tempat singgah populer. Namun sejak dibuat jalan bebas hambatan, Radiator Springs menjadi kota yang hilang. Bahkan di peta.
Saat Lightning McQueen (pemeran utama) tersesat di sana dan menemukan jati dirinya yang baru, barulah kota itu kembali dikenal.
Di dunia nyata, kisah daerah yang ditinggal karena kemajuan zaman nyata terjadi. Seperti di jalur Latsitarda, Kota Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Ada kemiripan dengan cerita di film Cars.
Sebelum Jalan Elak atau Bypass di Kota Lasusua digunakan, jalur Latsitarda merupakan satu-satunya akses di daerah tersebut. Bahkan saat Kolaka Utara belum berpisah (masih bagian Kabupaten Kolaka).
"Dulu kendaraan ramai di sini karena ini jalan utama. Tapi sejak ada Bypass sudah jarang ada lewat sini. Paling kalau ada sweeping polisi di Bypass yang tidak lengkap itu lewat sini," ujar Aminuddin (67), pria yang sudah puluhan tahun beraktivitas di jalur Latsitarda Kota Lasusua, Rabu (23/2).
Sejak Bypass Lasusua diresmikan pada tahun 2012, yang melintasi jalan di Latsitarda didominasi orang yang berkebun di wilayah tersebut. Jarang ditemui kendaraan lintas provinsi, kabupaten, bahkan masyarakat Kota Lasusua yang lewat jalan itu.
Disamping jarak yang terpangkas jauh, akses di Bypass tentunya lebih minim risiko kecelakaan. Pasalnya jalur Latsitarda berkelok-kelok, menanjak, menurun, dan terjal. Jalurnya ekstrem.
Bypass Rusak
Tahun demi tahun sejak mulai difungsikan pada 2012, jalur elak atau Bypass Lasusua kini mulai rusak. Terparah setelah diterjang ombak pada Selasa (22/2/2022) kemarin.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sepanjang 1,3 kilo meter tanggul di Bypass rusak yang membuat ombak meluber ke badan jalan.
Jalan ini pun sempat ditutup beberapa jam lantaran air laut menggenangi badan jalan. Sebagian pengendara, khususnya roda empat memilih kembali lewat jalur Latsitarda.
"Mending lewat sana pak. Bahaya, bisa rusak mobil kalau lewat Bypass karena air asin toh," ujar Amir, salah satu pengendara yang dijumpai pada Selasa (22/2/2022) Sore.
Ombak juga membuat warga yang berjualan di seputar Bypass Kota Lasusua harus mengungsi. Beberapa tempat jualan mereka rusak.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) melalui Dinas PUPR, saat ini tengah melakukan pembersihan dan sedikit perbaikan di Jalur Bypass.
Dengan alasan keterbatasan anggaran untuk perawatan, Pemda Kolut sudah mengusulkan Jalan Bypass Kota Lasusua dialihkan menjadi jalan nasional pada tahun 2021 lalu.
Usulan itu pun telah direspon Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Sultra, dengan mengunjungi jalan yang dimaksud.
Kunjungan dilakukan pada Jumat (27/3/2021) dengan didampingi langsung Bupati Kolut, Nur Rahaman Umar dan Wabup, H Abbas.
Kepala BPJN Kendari Sultra Yohanis Tulak menilai, problem utama yang bikin realisasi usulan Pemda Kolut agak sukar diwujudkan adalah abrasi di sepanjang jalan.
Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda jalur Bypass Lasusua akan dijadikan jalan Nasional. Di lain sisi, Pemda Kolut juga mempunyai keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan jalan setiap tahunnya.
Jika Radiator Spring kembali dikenal setelah Lightning McQueen tersesat di sana, bisa jadi jalur Latsitarda kembali dikenal karena menjadi akses utama jika abrasi di Bypass Lasusua terus terjadi tanpa soslusi yang tepat dari pemerintah setempat maupun pemerintah provinsi, maupun pusat.
