Kumparan Logo
Konten Media Partner

Cara BKSDA Menjaga Anoa dari Kepunahan di 'Bumi Anoa'

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anoa tertangkap kamera pengintai milik BKSDA Sultra, Foto: Dok BKSDA Sultra.
zoom-in-whitePerbesar
Anoa tertangkap kamera pengintai milik BKSDA Sultra, Foto: Dok BKSDA Sultra.

Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tidak bisa dipisahkan dengan mamalia Anoa. Selain menjadi penamaan, "Bumi Anoa", lambang daerah ini pun memakai gambar kepala anoa.

Anoa sudah menjadi identitas Sulawesi Tenggara. Untuk menjaga kelestarian mamalia tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), berencana akan membangun pusat konservasi anoa yang disingkat KPA di Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra, Laode Kaida, mengatakan, KPA diperlukan untuk menjaga kelestarian mamalia terbesar yang menghuni daratan Sultra itu.

Desain pusat konservasi Anoa Suaka Margasatwa Tanjung Amolengo, Konawe Selatan, Foto: Dok BKSDA Sultra.

Langkah awal, BKSDA telah membuat desain bangunan Pusat Konservasi Anoa (KPA), dengan luas dua hektare. Di dalamnya, terdapat 27 bangunan yang telah dibagi dalam empat zona.

Zona pertama untuk perawatan, kedua zona pengembangbiakan, ketiga area demontration plot atau demplot, serta bangunan pendukung. Di wilayah itu, rencananya akan dilepas 64 Anoa hasil sitaan BKSDA.

"Fungsinya banyak ya. Sebagai tempat transit untuk proses habituasi anoa sebelum dilepasliarkan ke habitat aslinya. Sebagai pusat edukasi dan riset anoa tingkat lokal dan internasional juga," ucap Laode Kadia, Jumat (31/1).

Berikut data populasi anoa yang dimiliki BKSDA Sulawesi Tenggara:

Suaka Margasatwa Tanjung Peropa Site Tambeanga :

Tahun 2015 : 28 ekor

Tahun 2016 : 29 ekor

Tahun 2017 : 31 ekor

Tahun 2018 : 34 ekor

Tahun 2019 : 37ekor

Site Tanjung Gomo:

Tahun 2015 : 40 ekor

Tahun 2016 : 41 ekor

Tahun 2017 : 41 ekor

Tahun 2018 : 42 ekor

Tahun 2019 : 43 ekor

Suaka Margasatwa Buton Utara Site Elhaji :

Tahun 2015 : 75 ekor

Tahun 2016 : 77 ekor

Tahun 2017 : 77 ekor

Tahun 2018 : 77 ekor

Tahun 2019 : 77 ekor

Site Ronta

Tahun 2015 : 41 ekor

Tahun 2016 : 40 ekor

Tahun 2017 : 40 ekor

Tahun 2018 : 40 ekor

Tahun 2019 : 40 ekor