Cerita Panti Asuhan yang Rawat Balita di Kendari: Mereka Ditinggal Keluarga
ยทwaktu baca 3 menit

Tawa mungil anak-anak balita tampak rekah saat kendarinesia tiba di Panti Asuhan Al Ikhlas yang beralamatkan di belakang pasar Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (02/11). Sebuah hunian yang sejak 2004 sudah mengasuh puluhan anak yang ditinggal oleh sanak keluarganya.
Beberapa waktu lalu, video beberapa anak balita panti asuhan tersebut tengah makan dengan sajian sederhana viral di media sosial. Dengan polos, mereka makan dan bercengkerama dengan teman-temannya lain. Banyak netizen yang iba dengan kondisi mereka.
Lokasi panti asuhan yang berada di belakang Pasar Baruga ini memiliki halaman yang cukup luas untuk tempat bermain anak-anak. Panti ini juga dilengkapi ruang makan dan aula yang cukup luas, sehingga anak-anak yang berada di panti cukup bahagia menikmati tempat mereka tinggal.
Pengurus Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga, Marlin (39) mengungkapkan anak-anak di panti asuhan tersebut sebanyak 36 orang. Mulai dari balita hingga yang sedang menempuh jenjang pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Di panti asuhan kami ini ada 36 orang anak. Diantaranya, 17 laki-laki dan 19 orang perempuan, mereka terdiri dari balita, SD, SMP dan SMA," ujar Marlin.
Selain itu, Marlin juga merincikan jumlah anak yang menetap di panti tersebut, diantaranya anak balita sebanyak 20 orang anak, 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan.
"Untuk SD sebanyak 12 anak (2 perempuan dan 10 laki-laki), SMP 2 anak perempuan serta untuk SMA sebanyak 2 anak laki-laki," jelasnya.
Marlin juga mengungkapkan, keberadaan anak-anak di panti itu tak terbatas. Bahkan, jika ada anak panti yang sudah dewasa dan menikah, kemudian ingin tinggal di panti, pihaknya akan tetap menerima dengan baik.
"Ketika dewasa, jika ada yang hendak menikahi mereka atau mau menikah, mereka akan meninggalkan panti. Dan jika mereka sudah dewasa dan masih memilih menetap di panti juga bisa, mereka akan bekerja sebagai pengasuh di panti tersebut," pungkasnya.
Sekretaris Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga, Dedi Purwanto mengungkapkan anak-anak tersebut sudah lama diasuh oleh para pengurus. Mereka merupakan anak-anak yang ditelantarkan orang tuanya. Bahkan, beberapa anak sengaja ditinggal oleh orang tuanya di halaman panti asuhan tanpa identitas.
"Anak-anak yang kami asuh disini memang asal-usulnya tidak diketahui. Ada anak kami ini ditinggal orang tua nya di depan gerbang panti di dalam dus, dan kami langsung menerimanya," kata Dedi.
Dedi tak mengetahui pasti alasan para orang tua yang tega meninggalkan buah hatinya untuk di rawat oleh pengurus yayasan. Namun, ada beberapa anak yang memang diketahui identitasnya dititipkan karena ketidak mampuan orang tua untuk merawatnya.
"Ada beberapa anak yang memang diantarkan oleh yang mengaku keluarganya dengan alasan orang tua aslinya tidak mampu merawat," paparnya.
Selama ini, lanjut Dedi, anak-anak tersebut hidup dari bantuan sosial masyarakat yang peka terhadap mereka. Namun, panti tersebut memang tidak memiliki donatur tetap. Pihaknya selalu bersyukur hingga detik ini, anak-anak asuh itu bisa menikmati kasih sayang layaknya memiliki keluarga.
"Alhamdulillah banyak masyarakat yang rela membantu dengan menyisihkan sedikit rezekinya untuk berbagi bersama kami," paparnya.
