Kumparan Logo
Konten Media Partner

Danau Topa Kabupaten Muna Miliki Air Sebening Kaca

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danau topa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Foto: Attamimi/kendarinesia.
zoom-in-whitePerbesar
Danau topa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Foto: Attamimi/kendarinesia.

Halo sobat traveller, apa yang terfikir dibenak mu jika ada danau di pinggir laut? pasti rasanya akan payau kan. Namun tidak untuk danau air tawar yang ada di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara ini.

Danau Topa, terletak di Desa Labone, Kecamatan Lasalepa ini tak seperti danau pada umumnya. Danau ini tepat berada di bibir pantai dengan dikelilingi pohon bakau, namun rasa airnya tetap tawar.

Airnya pun tak kalah dengan danau umbul pongok yang ada di Yogyakarta, air di Danau Topa pun sebening kaca membuat siapapun yang berkunjung akan takjub dengan keindahan alamnya.

Sumber mata air di Danau Topa berada di balik batu yang di atasnya tumbuh dua pohon beringin besar, kedalaman danau pun bervariasi mulai dari dua meter hingga 30 cm saja.

Saking jernihnya, anak yang sedang berenang di dalam air pun nampak jelas dari atas, Foto: Attamimi/kendarinesia.

Untuk bisa sampai danau ini, kamu bisa menggunakan roda empat maupun roda dua dengan jarak tempuh sekitar 30 menit saja dari Kota Raha, Ibu Kota Kabupaten Muna.

Danau ini dikelola oleh pemerintah desa setempat, sehingga untuk tiket masuknya saat ini pengunjung hanya akan dikenakan biaya parkir saja, untuk roda dua Rp3000 rupiah dan untuk roda empat Rp5.000 ribu rupiah saja.

Tempat ini memang terbilang baru, walaupun sebenarnya permandian mata airnya sudah cukup lama berada ditempat itu, namun baru kali ini pemerintah desa setempat memberikan perhatian dengan membendung danau dengan luas mencapai 1 hektare.

Selain itu, untuk memberikan perasaan nyaman para pengunjung dibangun juga sejumlah fasilitas penunjang seperti, tempat ruang ganti pakaian, wc umum, dan beberapa gazebo yang bisa disewakan.

Sumber mata air topa berada di balik bebatuan besar itu, Foto: Attamimi/kendarinesia.

Biasanya pengunjung akan memadati tempat wisata ini saat akhir pekan, untuk sekedar berenang atau menghabiskan waktu luang bersama keluarga.

Bagaimana bening kan?