Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen UHO Kendari Naik Tahap Penyidikan

Konten Media Partner
4 Agustus 2022 18:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gedung utama Polresta Kendari. Foto: dok. kendarinesia
zoom-in-whitePerbesar
Gedung utama Polresta Kendari. Foto: dok. kendarinesia
ADVERTISEMENT
Dugaan pelecehan seksual oknum dosen Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari inisial B akhirnya dinaikkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi. Ia mengungkapkan meningkatnya status itu usai penyidik menemukan alat bukti baru.
"Iya kita tingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan berdasarkan keterangan saksi-saksi dan penyidik menemukan alat bukti baru," kata Fitrayadi saat ditemui di ruangannya, pada Kamis (04/08).
Ada pun sejauh ini, kata Fitrayadi, sudah ada 6 saksi yang dimintai keterangan oleh polisi terkait dugaan pelecehan seksual itu.
"Selama proses penyelidikan ini kami sudah memeriksa 6 orang saksi," ujar dia.
Fitrayadi enggan membeberkan identitas para saksi yang dipanggil tersebut. Namun dipastikan dua orang saksi yang dimintai keterangan yakni pelapor dan terlapor.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Yang jelas dua saksi itu pelapor dan terlapor," ungkap Fitrayadi.
Fitrayadi memastikan 6 orang saksi tersebut nantinya akan dimintai kembali keterangannya oleh penyidik guna penetapan tersangka.
ADVERTISEMENT
"Kami akan melakukan gelar perkara lagi untuk menentukan siapa pelaku yang akan ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya.
Sebelumnya, Rektorat UHO Kendari mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen inisial B.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UHO, Nur Arafah mengungkapkan hal itu sangat penting agar dugaan yang selama ini berkembang bisa menemui titik terang. Apakah dugaan itu benar atau tidak.
"Kami ini (UHO Kendari) ikut dirugikan. Oleh karena itu untuk membuktikan pelaku atau tidak, polisi harus segera memproses persoalan ini," Nur Arafah ditemui di ruangannya, pada Senin (01/08).
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020