Kumparan Logo
Konten Media Partner

Intip Empat Koleksi Bersejarah Milik Museum Sulawesi Tenggara

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulang Paus Biru, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid
zoom-in-whitePerbesar
Tulang Paus Biru, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terletak di Jalan Abunawas, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. 

Museum ini dibangun pada tahun 1978-1979, menggunakan proyek pembinaan permuseuman yang dikelola Bidang Peninggalan Sejarah dan Kepurbakalaan, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra.

Penasaran dengan koleksi yang ada di Museum Sultra? Berikut empat koleksi menarik yang berhasil dihimpun tim kendarinesia

Tulang Paus Biru Sepanjang 12 Meter

Museum Sultra menyimpan tulang paus biru yang bahasa latinnya dikenal dengan sebutan Balaenoptera Musculus. Tulang paus biru ini terpajang di halaman Kantor Museum Negeri Sultra.

Tulang Paus Biru yang hingga kini masih tersimpan rapi di museum sultra, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid

Kerangka tulang paus yang masih utuh itu diambil di Desa Lakansai, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur) pada Bulan Juni 1997. Paus Biru ini terdampar di daerah tersebut dalam keadaan mati. Panjangnya sekitar 12 meter dengan lebar sekitar empat meter. 

Mobil yang Digunakan Soeharto

Kendaraan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto juga terpajang di halaman Museum Negeri Sultra. Mobil sedan keluaran pabrikan Mercy Itu berwarna hitam. Platnya berwarna merah dengan tulisan "INDONESIA".

Kendaraan Presiden Soeharto saat berkunjung ke Sultra, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid

Dari keterangan yang terpajang di Museum Sultra, mobil itu digunakan Soeharto saat berkunjung ke Sulawesi Tenggara pada tahun 1978. Saat itu, Soeharto menghadiri acara Pekan Penghijauan Nasional di Desa Lalonggasu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. 

Selain itu, disampingnya, juga terdapat mobil ber plat DT 1 yang diketahui pernah digunakan Alala, Gubernur Sultra yang pertama. Mobil sedan ini berwarna biru muda.

Qur'an Abad ke XV

Di ruangan museum, terdapat kitab suci Al-Qur'an yang ditulis tangan. Kondisinya sudah tidak utuh. Pinggiran kitab terlihat sudah dimakan rayap. Namun begitu, tulisannya masih jelas dan bisa dibaca.

Qur'an dengan tulisan tangan pun mash tersimpan rapi di museum ini, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid

Dari keterangan yang terpajang di Museum Sultra, Qur'an ini berasal dari Kabupaten Muna. Kitab ini sudah ada sejak Abad ke-15 atau tahun 1501 penanggalam Masehi. Saat itu, Kerajaan Muna dipimpin oleh Raja Sugi Manuru. 

Jenis kertas yang digunakan pada kitab ini adalah dluwang. Alat tulis menggunakan lidi dengan tinta dari getah buah-buahan.

Peti Jenazah Berusia 400 Tahun

Di museum ini, terdapat juga peti jenazah yang diperkirakan sudah ada sejak 400 tahun silam. Peti jenazah itu terbuat dari kayu besi yang berukuran panjang 4,75 meter dan lebar 70 cm.

Peti Jenazah berusia 400 tahun milik raja Mokole pun masih tersimpan rapi, Foto: Lukman Budianto/kendarinesiaid

Peti tersebut merupakan benda pusaka milik raja pertama Lamasaro Mokole Kondeeha dari Suku Tolaki-Mekongga. Ditemukan pada tahun 1981 di Gua Tonggolasi, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara.

Ada banyak lagi koleksi bersejarah yang bisa anda jumpai di Museum Sultra. Museum ini mempunyai 10 ruangan yang bisa anda jelajahi dengan bantuan pemandu museum. Biaya masuk museum juga tidak mahal. Anda cukup membayar retribusi sebesar Rp 5000 untuk umum, dan Rp 3000 untuk pelajar.

---

Lukman Budianto