Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kejaksaan Selidiki Dugaan Manipulasi Tes COVID-19 di RS Konawe, Sultra

kendarinesiaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kejaksaan Selidiki Dugaan Manipulasi Tes COVID-19 di RS Konawe, Sultra
zoom-in-whitePerbesar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe mulai melakukan penyelidikan terkait dugaan manipulasi hasil tes COVID-19 di Rumah Sakit Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Konawe, Irwanuddin Tadjuddin kepada sejumlah awak media membenarkan jika pihaknya tengah melakukan penyelidikan tersebut.

"Kita coba melakukan klarifikasi terkait dugaan itu," katanya usai menghadiri Musrembang Data di salah satu hotel di Kota Unaaha, pada Rabu (27/01).

Menurut mantan Kajari Buol ini, pihaknya tengah mengumpulkan bahan dan keterangan untuk melakukan pendalam terkait dugaan pemalsuan dokumen kesehatan tersebut.

"Kita full data dulu, bagaimana informasi yang berkembang di masyarakat. Apa betul atau tidak," ujarnya.

Irwanuddin mengungkap, penyidik kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang dinilai mengetahui isu dugaan manipulasi hasil tes tersebut .

"Sudah ada yang diperiksa, tapi saya belum tahu siapa-siapa itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, isu dugaan manipulasi hasil tes COVID-19 ini pertama kali beredar di grup WhatsApp Kejaksaan Negeri Konawe pada Jumat malam, 22 Januari 2021. Isu ini kemudian kembali beredar di grup WhatsApp BLUD RS Konawe pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Dalam perbincangan warga grup tersebut, diketahui ada oknum petugas Laboratorium RS Konawe bekerja sama dengan oknum dokter diduga kuat telah memalsukan hasil tes swab. Hasil tes swab positif diubah menjadi negatif dengan bayaran mencapai puluhan juta rupiah.

kumparan post embed

Diskusi yang berkembang terkuak bahwa pasien yang berani membayar agar hasil swab diubah dari positif menjadi negatif merupakan pengusaha pertambangan.

Dalam percakapan di grup WhatsApp tersebut, salah satu pegawai di RS Konawe membenarkan adanya dugaan pemalsuan hasil tes swab. Pegawai RS ini juga mengungkapkan jika itu terjadi pada bulan Januari 2021.

"Yang jelas memang ada kejadian di bulan Januari, Pak. Masih ada disimpan foto berkasnya yang memalsukan itu, Pak," aku pegawai RS ini dalam perbincangan di grup WhatsApp BLUD RS Konawe.

Direktur RS BLUD Konawe, dr. Agus Lahida pun telah mengonfirmasi hal ini kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, pada Senin (25/1) .

"Jadi memang sejak awal sudah banyak yang berusaha melakukan perubahan hasil tes," katanya.

"Diduga ada oknum di rumah sakit, bahkan sudah agak keras sedikit dengan dokter terlibat, untuk mendapatkan puluhan juta," tambahnya.

Terkait pemalsuan tersebut, dr. Agus mengaku, pihaknya belum mengetahui apakah dilakukan dengan mengubah hasil tes di laboratorium atau mengganti hasil tes yang sudah keluar dengan memanfaatkan teknologi.

Terkait kasus ini Agus mengaku, pihaknya masih berusaha mencari oknum yang bersangkutan dan telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

RS BLUD Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Foto: Sry/kendarinesia.

***

Laporan: Didul