Musim Hujan Bikin Warga Batu Ganda, Kolaka Utara, Tidur Tidak Nyenyak

Musim hujan sudah tiba. Dalam sepekan terakhir, hampir setiap hari curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Akibatnya, volume air enam aliran sungai yang tersebar di enam kecamatan di Kolaka Utara meningkat. Salah satunya adalah Sungai Batu Ganda, Kecamatan Lasusua.
Banjir bandang pernah menerjang daerah ini sepuluh tahun lalu yang mengakibatkan belasan rumah rusak berat, dan 13 orang meninggal dunia.
Intensitas hujan yang tinggi membuat abrasi sungai di Desa Batu Ganda tak terbendung. Terparah, di Dusun 3 desa tersebut. Abrasi mengakibatkan bronjong sepanjang sekitar 30 meter tumbang. Bronjong ini dibuat sepuluh tahun lalu dengan panjang sekitar 1,4 kilo meter.
Hal inilah yang membuat pemilik rumah yang berdiri di seputaran sungai Batu Ganda cemas. Catatan desa setempat, ada 300 rumah berdiri dekat aliran sungai di Desa Batu Ganda.
Pengakuan Warga Desa
Nita (41), salah satu warga Batu Ganda yang rumahnya paling dekat dengan bronjong yang rusak mengaku tidak bisa tidur nyenyak saat hujan mengguyur di malam hari.
Bahkan, seminggu terakhir, setiap hujan turun, dia bersama anak dan suaminya memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang berada di wilayah ketinggian.
“Kita trauma dengan kejadian sepuluh tahun lalu. Apalagi waktu air sungai naik lagi itu kemarin (28 November) sampai rusak itu bronjong,” ucap Nita di rumahnya kepada kendarinesia, pada Minggu (29/11).
Keprihatinannya dengan abrasi sungai, Nita mengaku rela tak diberi bantuan sosial asal bronjong yang rusak segera diperbaiki.
“Kalau ada kasian bantuan, karena saya ini juga sering dapat bantuan janganmi dikasi, asal diperbaiki itu kasian bronjong di depan,” ujarnya.
Kepala Desa Batuganda, Masbahuddin juga mengaku khawatir dengan kondisi sungai Batu Ganda sat ini, utamanya kondisi bronjong yang sudah sepuluh tahun dan mulai rusak.
Dia memperkirakan debit air yang semakin tinggi belakangan ini selain diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi, juga akibat penebangan pohon di sekitar aliran sungai oleh warganya.
“Padahal itu saya sudah imbau sebelumnya. Tapi warga bilang, di atas (hulu) saja orang-orang juga membuka lahan,” ucapnya, Sabtu (27/110.
BPBD
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka Utara, Syamsuryani sudah melakukan peninjauan di Desa Batu Ganda pada, Minggu (29/11) sore.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait abrasi dan bronjong yang rusak.
Dalam kesempatan itu, Syamsuryani juga menyampaikan langsung ke beberapa warga yang bermukim di seputaran aliran sungai, juga kepala desa setempat untuk mengungsi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Desa Batu Ganda.
“Ini kami sudah sampaikan biar warga ini menanam bamboo kuning di sepanjang aliran sungai ini,” paparnya.
Dalam waktu dekat, BPBD Kolut juga akan melaksanakan simulasi di daerah ini, sekaligus mengedukasi warga tentang mitigasi bencana dan jalur-jalur evakuasi saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
