WhatsApp Image 2019-10-12 at 12.42.50 PM.jpeg
12 Oktober 2019 11:51

Pangdam Hasanuddin soal Pencopotan Dandim: Suami Harus Bimbing Istri

Pangdam Hasanuddin soal Pencopotan Dandim: Suami Harus Bimbing Istri (140785)
Foto bersama Dandim usai serah terima jabatan. Kiri: Kolonel Kav Hendi Suhendi, Kanan: Kolonel Infanteri Alamsyah. Foto: Lukman Budianto/kendarinesia.
Dandim 1417 Kendari resmi berganti setelah sertijab digelar di Aula Jenderal Sudirman, Korem 143 Halu Oleo Kendari, Sabtu (12/10). Kolonel Kav Hendi Suhendi digantikan oleh mantan Dandim Kolaka yang sekaligus pernah menjabat sebagai Kasrem 143 Halu Oleo, Kolonel Infanteri Alamsyah.
ADVERTISEMENT
Pencopotan Kolonel Hendi Suhedi dikarenakan cuitan istrinya Irma Zulkifli Nasution di media sosial berkaitan dengan insiden penyerangan Menkopolhukam Wiranto.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, mengatakan hukuman yang dijatuhkan kepada Suhendi sudah sesuai dengan prosedur yang ada di militer.
Dia menjelaskan, di tubuh TNI, seorang suami bertanggung jawab penuh dengan aktivitas istri dan anak-anaknya. Apabila penyimpangan yang dilakukan oleh anak ataupun istri, maka suami secara otomatis akan ikut terseret dalam permasalah itu.
"Suami harus membimbing istrinya dan juga keluarganya. Ketaatan itu, di tentara, tidak ada tawar-menawar. Kalau nanti istrinya atau anaknya bermasalah, pasti orang tuanya ikut bermasalah," kata Surawahadi di Korem 143 Halu Oleo.
Surahwadi menegaskan, Hendi Suhendi dinyatakan tidak taat dengan aturan yang ada di tubuh TNI. "Mulai dari undang-undang, sampai sumpah prajurit, itu sudah kena semua. Makanya kalau mau jadi tentara ya harus ikut aturan. Patuh. Hanya lurus ke atas," tegas Surahwadi.
ADVERTISEMENT
Surahwadi juga mengimbau kepada seluruh istri prajurit TNI agar menjaga jari ketika bermain media sosial. Ia berharap kejadian yang menimpa Hendi Suhendi menjadi pelajaran berharga bagi keluarga besar TNI.
"Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Dan saya berharap ini yang terakhir kalinya," jelas Surahwadi.
Lukman Budianto