Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemkot Kendari Ajukan PSBB ke Pemprov Sultra

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Kendari, Sulkarnain. Foto: Dok.Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Kendari, Sulkarnain. Foto: Dok.Istimewa

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Kementerian Kesehatan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk mencegah meluasnya penyebaran Virus Corona atau COVID-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, surat pengajuan PSSB sudah dikirim ke Pemprov Sultra, dan hingga saat ini masih menunggu jawabannya.

"PSBB sudah kita ajukan ke provinsi sejak hari Senin, kita masih menunggu dari pemerintah provinsi," jelas Sulkarnian, Rabu (22/4).

Dia berharap pengajuan PSBB diaminkan Pemprov, dan bisa segera diajukan ke Kementerian Kesehatan."Mudah-mudahan satu dua hari ini keluar, dan bisa kita ajukan Kementerian Kesehatan," imbuhnya.

kumparan post embed

Sulkarnain menjelaskan, pengajuan PSSB untuk Kota Kendari dimaksudkan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan makin bertambahnya jumlah pasien.

"Kami tidak ingin jumlah pasiennya sebanyak itu, dan tidak ingin ada korbannya lagi. Ini langkah preventif, langkah untuk kemudian melakukan upaya-upaya supaya tidak terjadi penyebaran, itu yang maksimal kita lakukan," katanya.

Selain itu, Sulkarnain bilang, beberapa daerah yang jumlah kasus corona-nya mirip dengan Kota Kendari sudah mendapat persetujuan PSBB. Melihat hal itu, Sul merasa perlu mengajukan PSBB.

Tapi, pengajuan itu nantinya akan kembali diserahkan ke Kemenkes. Apakah diterima atau tidak, tergantung Kemenkes.

"Semua keputusan ada di Kementerian Kesehatan, tugas kami mengajukan. Apakah itu dikabulkan atau tidak, kami serahkan ke pemerintah pusat," tutupnya.

kumparan post embed

๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™›๐™ค๐™ก๐™ก๐™ค๐™ฌ ๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™ž ๐™„๐™ฃ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ง๐™–๐™ข @๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ก๐™ž๐™  ๐™ฉ๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™ก '๐™„๐™†๐™๐™๐™„' ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ง๐™–๐™œ๐™–๐™ข ๐™ž๐™ฃ๐™›๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™จ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™™๐™ž ๐™Ž๐™ช๐™ก๐™–๐™ฌ๐™š๐™จ๐™ž ๐™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ง๐™–.

-----

*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!