Pengemudi Ojol di Kendari Ditemukan Meninggal, Petugas Evakuasi Pakai APD Corona

Seorang pengemudi ojek online atau Ojol di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial MN (29 tahun), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekosnya yang ada di Lorong Jeruk, Jalan Kancil, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sultra, Sabtu (21/3).
Kepala Kepolisian Sektor Poasia, AKP Slamet Budiyono, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut. Slamet bilang, pria tersebut bekerja sebagai pengemudi Ojol.
Menurut Slamet, hasil pemeriksaan sementara di tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana. "Meninggalnya benar, tapi tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Secara fisik tidak, jadi tidak ada dugaan pidana, tidak ada," jelas Slamet.
Slamet bilang, korban pertama kali ditemukan meninggal dunia oleh seorang keluarganya. Menurut keterangan seorang rekan korban, lanjut Slamet, korban sempat berobat ke RSUD Kota Kendari sebelum ditemukan meninggal.
"Ada keluarganya yang menemukan pertama kali. Sebelumnya korban pernah berobat di RS Abunawas. Saya tidak tahu (penyakit apa). Menurut temannya memang pernah berobat di RS Abunawas (RSUD Kota Kendari)," pungkasnya.
Menurut keterangan salah satu rekan korban yang namanya dirahasiakan, sebelum meninggal, MN menderita sakit dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, batuk, flu, sesak napas, kejang-kejang, hingga mengalami step atau mata tinggi.
Dari video dan foto-foto yang diperoleh kendarinesia, petugas kesehatan dari Tim Forensik RS Bhayangkara Kendari yang diduga melakukan evakuasi jenazah korban.
Dalam video tersebut, nampak seorang petugas dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) melakukan penyemprotan diduga cairan disinfektan di pintu kamar kos korban, dalam kamar kos korban, dan dua kamar kos disebelah kamar korban.
Dalam video itu juga nampak petugas medis mengenakan APD dan peralatan lengkap sesuai dengan protokol kesehatan untuk mengevakuasi jenazah ataupun korban yang terpapar Virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Salah seorang yang diduga kuat petugaspun memperingati warga agar tidak mendekat ke areal halaman indekos.
Setelah petugas masuk ke dalam kamar indekos korban, tak lama kemudian para perugas itu keluar membawa jenazah yang dimasukkan dalam kantong jenazah berwarna orange, lalu dimasukkan ke dalam mobil ambulans. Seorang petugas juga nampak kembali menyemprotkan disinfektan kepada 4 petugas yang membawa jenazah.
Video dan foto-foto proses evakuasi jenazah korban juga sudah beredar di media sosial. Namun, hingga berita ini dipublish, belum ada keterangan resmi dari Gugus Tugas Covid-19 Sultra, apakah korban yang ditemukan meninggal tersebut karena Corona atau bukan.
Kendarinesia mencoba menghubungi Juru Bicara Gugus Tugas, dr Rabiul Awal melalui sambungan telepon namun belum direspons.
Jangan lupa follow kendarinesia di Instagram (@kendarinesia) dan klik tombol 'IKUTI' untuk ragam informasi menarik lainnya yang terjadi di Sulawesi Tenggara.
