Rektorat UHO Kawal Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen: Minta Korban Tak Damai

Konten Media Partner
22 Juli 2022 16:04
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo. Foto: Attamimi/kendarinesia.
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Rektorat Universitas Halu Oleo. Foto: Attamimi/kendarinesia.
Rektorat Univeristas Halu Oleo (UHO) Kendari berjanji akan mengawal kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen inisial B.
Wakil Rektor Bidang Mahasiswa dan Alumni UHO, Nur Arafah mengungkapkan kasus ini harus dikawal dengan baik sebab sudah menyeret nama institusi. Menurut dia nama UHO sudah sangat jelek di mata masyarakat terkait dugaan ini.
"Nama kami sudah rusak, makanya kami sangat mendukung proses hukum di polisi dan kode etik UHO," ungkap Nur Arafah, pada Jumat (22/07).
Ia menekankan kepada korban dan keluarganya untuk tidak menerima tawaran damai dalam kasus ini.
"Institusi yang dibawa-bawa (UHO) sudah tercoreng jadi jangan sedikit-sedikit di bawa damai (kasus ini). Damai itu hanya membersihkan nama para pihak saja, bukan membersihkan nama institusi," kata dia.
Pihaknya meminta agar laporan yang sudah dilayangkan ke polisi bisa dilanjutkan hingga menemui titik terang.
Alasan Nur Arafah mendorong kasus tidak selesai secara damai tersebut karena enggan dinilai oleh masyarakat melindungi salah satu pihak. Sehingga lebih baik di selesaikan melalui proses hukum.
"Jadi kita bisa lihat mandeknya di mana, karena kalau kasus ini tiba-tiba damai, ya kampus lagi yang kena," ungkapnya
Menurut Nur Arafah dengan kasus ini diselesaikan melalui proses hukum maka akan ketahuan oleh publik hingga di mana kasus ini akan dibawa. Ia pun meminta masyarakat untuk mendukung kinerja kepolisian dalam melakukan penanganan kasus ini.
Rektorat juga berjanji akan segera melakukan sidang etik usai memeriksa pelapor dan terlapor. "Etik UHO juga sudah mulai bekerja, paling lama seminggu sudah di putuskan hasilnya," ungkap dia.