Satu PDP Corona di RS Bahteramas Kendari Meninggal

Seorang Pasien dalam Pengawasan (PDP) virus corona atau COVID-19 berinisial D (37 tahun) meninggal dunia di RS Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin malam (27/4).
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sultra, La Ode Rabiul Awal, saat dikonfirmasi kendarinesia Selasa (28/4) membenarkan hal itu.
Dokter bedah yang karib disapa dr Wayong ini bilang, pasien tersebut sudah menjalani perawatan di RS Bahteramas Kendari sejak 18 April 2020 dengan keluhan sesak napas, lemas, mual dan muntah-muntah.
Selain itu, dr Wayong menjelaskan bahwa pasien tersebut juga memiliki penyakit penyerta yang cukup kronis, dan punya riwayat cuci darah.
"Pasien memiliki riwayat CKD Stage V on HD (cuci darah) reguler sejak 2 tahun terakhir. Terakhir, pasien memiliki riwayat post kemoterapi Ca Ovarium (kanker ovarium) sebanyak dua kali di Makassar di Rumah Sakit Grestelina," terangnya.
Kata dr Wayong, pasien tersebut pernah dilakukan Rapid Test pada 16 April di IGD RS Bahteramas Kendari, dan hasilnya negatif.
Lalu, pada 23 April, pasien itu kembali menjalani rapid test ke dua, dan hasilnya positif corona. Karena hasil rapid test-nya positif, pasien lalu dipindahkan ke IGD khusus COVID-19 dengan keluhan sesak napas.
"Dua hari berikutnya, tepatnya 25 April 2020 pukul 10.00 WITA dilakukan pengambilan swab tenggorokan dan dilakukan tindakan hemodialisa (cuci darah) pukul 14.00 WITA. Sesak napas pasien masih menetap dan selanjutnya makin lama makin berat, meskipun sudah diberikan terapi dengan maksimal," jelasnya.
Selanjutnya, oleh dokter pasien tersebut dilakukan penanganan maksimal dan pemberian obat obatan karena sesak napas pasien makin berat. Sayangnya, tindakan yang dilakukan tim dokter tak memberikan respons.
"Setelah dilakukan tindakan hemodialisa (cuci darah), pasien masih merasakan sesak napas. Makin hari keadaannya makin memburuk dari sebelumnya. Dan pada pukul 19.45 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia," imbuhnya.
Karena berstatus PDP, lanjut dr Wayong, perlakukan jenazah PDP dilakukan sesuai protokol kesehatan jenazah COVID-19. Rencananya, jenazah akan dimakamkan hari ini Selasa (28/4) di TPU Punggolaka Kendari.
------
*kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
