Kumparan Logo
Konten Media Partner

Sekolah di Konawe Mulai Belajar Tatap Muka, Kehadiran Siswa Capai 90 Persen

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang siswi sedang mencuci tangan untuk bersiap memasuki ruang belajar. Foto: Masrin Pratama untuk kendarinesia.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang siswi sedang mencuci tangan untuk bersiap memasuki ruang belajar. Foto: Masrin Pratama untuk kendarinesia.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya mulai menerapkan sistem pembelajaran tatap muka sejak 1 Februari 2021.

Meski pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan masih dalam status pandemi COVID-19, rupanya minat siswa untuk belajar di sekolah sangat tinggi yang mencapai 90 persen jika dibandingkan pada saat melaksanakan proses belajar mengajar dengan metode dalam jaringan (Daring).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Jamaluddin, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Unaaha, Kabupaten Konawe. “Pada saat di buka kemarin 1 Februari anak-anak hampir hadir semua," ungkapnya.

Memang diakuinya, selama proses belajar dengan metode daring, minat siswa sangat rendah dengan tingkat kehadiran siswa di bawah 50 persen. “Saat kami mengirim link untuk belajar online itu yang hadir hanya sekitar 20 persen,” akuinya.

Pembelajaran tatap muka mengacu pada SK yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan Kabupaten/kota terkait penyelenggaraan belajar tatap muka baik tingkat pendidikan usia dini (Paud), Taman kanak kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Proses pembelajaran tatap muka akan dilakukan secara bertahap selama masa transisi COVID-19. Sehingga pihak sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti mengecek suhu tubuh saat masuk sekolah, menggunakan masker, mengatur jarak, mencuci tangan, bersedia mengikuti shift atau jadwal pembelajaran yang sudah di atur oleh pihak sekolah.

"Kita mewajibkan siswa siswi untuk menggunakan masker. Bagi anak anak yang tidak mempunyai masker, itu kami siapkan. Sekolah juga menyiapkan atau menyediakan tempat cuci tangan dan juga sabun, baik di depan pintu masuk, bahkan di tiap-tiap kelas. Bagi anak anak yang suhu badannya di atas 28 derajat kita suruh pulang," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Yusbar menjelaskan, proses belajar mengajar dengan metode tatap muka dibagi menjadi dua shift. Tiap kelas hanya akan diisi sebanyak 16 siswa saja.

"Jadi kita bagi dua, satu kelas sekitar 16 siswa saja. sehingga khususnya di SMPN 1 Unaaha ini untuk satu jenjang hanya dua kali saja masuk dalam seminggu. Karena keterbatasan ruang kelas. Seperti kelas 7 itu masuknya Senin dan Kamis, kemudian kelas 8 masuk Selasa dan Jumat, sedangkan kelas 9 masuk Rabu dan Sabtu," bebernya.

Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Komite Sekolah dan juga orang tua siswa. Sehingga bagi siswa yang tidak diberikan izin oleh orang tuanya untuk melakukan pembelajaran tatap muka maka ia tidak diwajibkan untuk datang ke sekolah.

"Jadi yang hadir disini, siswa yang sudah memiliki izin dari orang tuanya untuk mengikuti proses pembelajaran tatap muka. Namun siswa yang tidak memiliki izin, kami sampaikan untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar metode dalam jaringan (Daring)," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini terdapat 35 dari total 275 Sekolah Dasar di Kabupaten Konawe yang sudah melaksanakan sistem pembelajaran secara tata muka, dan tersebar di beberapa kecamatan yang masuk kategori aman dari Virus Corona. Sedangkan sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka sejak 1 Februari 2021 ada 15 sekolah.