Tawuran Antara Pelajar Kembali Terjadi di Kota Raha, Sulawesi Tenggara

Tawuran antara kelompol pelajar SMA kembali terjadi di Kota Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Kkedua kelompok tersebut berasal dari SMAN 1 dan 2 Raha, Kamis (8/7).
Aksi saling lempar batu dan kayu itu mewarnai tawuran, warga yang berada disekitar lokasi sempat resah, bahkan jalan yang menjadi penghubung Kabupaten Muna dan Muna Barat sempat tertutup tawuran yang terjadi.
Namun saat pihak kepolisian tiba di TKP para pelajar yang bertikai langsung melarikan diri.
"Kami mendapat informasi dari warga yang menghubungi Polsek Katobu kalau ada tawuran antara SMAN 1 Raha dan SMAN 2 Raha, tapi saat kami tiba di TKP sekelompok pelajar sudah melarikan diri," ucap Kapolsek Katobu, Ipda Darul Aqsa kepada kendarinesia.
Beruntung dalam aksi tawuran kali ini tak menimbulkan korban jiwa maupun yang terluka, guna mencegah aksi tawuran yang lebih besar lagi terjadi, pihaknya langsung melakukan kordinasi dengan kedua belah pihak sekolah yang bertikai agar tak terprovokasi.
"Kami langsung melakukan patroli di kedua sekolah itu untuk memantau jam pulang agar tidak terjadi aksi susulan, Selain itu kami juga akan gelar pertemuan terkait problem solving dengan menghadirkan guru dan orang tua siswa antar sekolah yang terlibat tawuran," ungkapnya.
Berdasarkan dari data sementara yang berhasil dikumpulkan kepolisian aksi tawuran bermula saat pukul 09.30 wita, salah seorang siswa berinisial MZ siswa pindahan dari SMAN 2 Raha diketahui membawa senjata tajam ke dalam lingkungan sekolah SMAN 1 Raha dikarenakan MZ di duga memiliki musuh di lingkungan sekolah barunya salah seorang siswa berinisial RR.
Sebelum bentrokan terjadi, kejadian aksi saling membawa sajam itu lebih dahulu ketahuan oleh guru di SMAN 1 Raha, sehingga pihak sekolah mencoba menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memanggil kedua orang tua siswa masing-masing. Namun saat itu, salah satu dari orang tua siswa tidak hadir.
Tak lama berselang sekitar pukul 11.15 wita, sekelompok pelajar yang mengenakan seragam SMAN 2 Raha dan berpakaian preman mendatangi SMAN 1 Raha, dengan tujuan mencari MZ. Kesal tak mendapati MZ, akhirnya sekelompok pelajar tersebut langsung melempar SMAN 1 Raha dengan menggunakan batu.
Sejumlah pelajar SMAN 1 Raha yang tidak terima sekolahnya dilempar, melakukan serangan balasan dengan melempar kearah kelempok pelajar tersebut sehingga aksi saling lempar pun tak dapat terhindarkan.
---
Arto Rasyid
