Kumparan Logo
Konten Media Partner

Video: Tenaga Medis di Sultra Makamkan Pasien Corona di Bawah Guyuran Hujan

kendarinesiaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Sebuah kisah perjuangan tenaga medis dalam menangani pasien positif Virus Corona atau COVID-19 yang meninggal dunia datang dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam video viral berdurasi 30 detik, tampak 6 orang petugas kesehatan sedang berupaya memakamkan jenazah seorang pasien positif Corona di bawah guyuran hujan.

Video tersebut dikabarkan diambil di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Punggolaka, Kota Kendari, Sabtu sore (11/4).

Dalam video tersebut, tampak 5 tenaga medis mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap sedang mengangkat peti jenazah yang terbungkus plastik. Sedangkan seorang lagi tampak menggendong tanki semprot disinfektan.

Seseorang yang merekam video tersebut terdengar mengatakan bahwa mereka adalah para pejuang COVID-19. "Mereka para pejuang COVID-19, dari RS Bahteramas," ujar pria dalam video tersebut.

kumparan post embed

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sultra, dr La Ode Rabiul Awal membenarkan bahwa video tersebut adalah proses pemakaman seorang pasien positif Corona yang dinyatakan meninggal dunia.

"Info yang saya terima, betul (jenazah yang dimakamkan itu adalah pasien positif Corona)," jelas La Ode Rabiul Awal.

Jenazah yang dimakamkan tersebut adalah seorang laki - laki berusia 35 tahun, asal Kota Kendari, yang terkonfirmasi sebagai pasien baru positif Corona dan dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu dini hari (11/4) sekitar pukul 02.00 WITA di RS Bahteramas Kendari.

Menurut Rabiul Awal, selain dinyatakan positif Corona, pasien tersebut memiliki riwayat penyakit penyerta, yaitu gagal ginjal parah, dan harus rutin cuci darah 3 kali dalam seminggu.

Setelah dinyatakan positif Virus Corona, proses pemakamannya memang harus dilakukan sesuai standar penanganan jenazah pasien positif COVID-19.

Bayi PDP yang meninggal di RS Bahteramas di masulan ke dalam ambulans. Foto: Dok.Istimewa

๐™…๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™›๐™ค๐™ก๐™ก๐™ค๐™ฌ ๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™ž ๐™„๐™ฃ๐™จ๐™ฉ๐™–๐™œ๐™ง๐™–๐™ข @๐™ ๐™š๐™ฃ๐™™๐™–๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™š๐™จ๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ก๐™ž๐™  ๐™ฉ๐™ค๐™ข๐™—๐™ค๐™ก '๐™„๐™†๐™๐™๐™„' ๐™ช๐™ฃ๐™ฉ๐™ช๐™  ๐™ง๐™–๐™œ๐™–๐™ข ๐™ž๐™ฃ๐™›๐™ค๐™ง๐™ข๐™–๐™จ๐™ž ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™Ÿ๐™–๐™™๐™ž ๐™™๐™ž ๐™Ž๐™ช๐™ก๐™–๐™ฌ๐™š๐™จ๐™ž ๐™๐™š๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ง๐™–.