20 ton Kulit Kayu Bakau dari Karimun di Ekspor ke Philipina

Kulit kayu pohon bakau ternyata memiliki potensi yang dapat dikembangkan sehingga menjadi komoditi yang bisa di ekspor keluar negeri.
Komoditi ini berguna sebagai bahan penyamak dan dapat dijadikan sebagai bahan pembuat kertas dengan kualitas tinggi. Tidak hanya itu, kulit pohon bakau juga dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan.
Dalam ekspor perdana ini, Kabupaten Karimun mengirimkan sebanyak 20 ton kulit kayu bakau ke Philipina dengan taksiran nilai nominal mencapai Rp. 140 juta.
Hal ini tentunya dapat menjadi peluang meningkatkan skala komoditas pertanian di Kabupaten Karimun untuk di Ekspor keluar negeri.
"Ini merupakan komoditi baru yang mungkin ya belum ada di daerah lain. Tentu saja ini memiliki potensi yang sangat besar," ujar Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil usai pelepasan ekspor produk pertanian Kabupaten Karimun dalam program Agro gemilang Kementerian Pertanian di PT. Sarico Tama, Pulau Kundur, Selasa (21/5/2019) sore.
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun juga melakukan ekspor produk nenas dan pisang menuju negara tetangga Singapura. Peningkatan dari produk ekspor itu akan dapat ditingkatkan secara bertahap.
"Tentu harus terbuka cakrawala kita untuk bisa melihat komoditi-komiditi lain yang dapat diekspor. Di daerah kita juga ada sagu, gambir dan pinang," katanya.
Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjung Balai Karimun mencatat, dari dta IQFAST pada tahun 2018 jumlah ekspor daging kelapa tercatat sebanyak 4.975 ton dengan besaran nilai ekpor yang dicapai Rp 39.3 M.
Sedangkan, komoditi air kelapa sebanyak 940 ton dengan nilai mencapai Rp. 1.3 M. Sementara jumlah ekspor daging kelapa dari Tanjung Balai Karimun hingga bulan Mei tahun ini meningkat 23.91% yaitu sebanyak 1.767 ton, sedangkan air kelapa mencapai 400,35 ton.
"Selain itu terdapat juga ekspor alpukat ke Malaysia yang mengalami peningkatan sebesar 14.32% atau sebanyak 4,6 ton dibandingkan tahun lalu dengan jumlah total sebanyak 7,8 ton," papar kepala Stasiun Karantina Tanjungbalai Karimun drh Priyadi.
Penulis : Khairul S
Editor : Wak JK
