Kumparan Logo
Konten Media Partner

Banyak Simpan Situs Bersejarah, Pulau Penyengat Kepri Ditata dengan Hati-hati

kepripediaverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan Pulau Penyengat. Foto : Ismail/kepripedia.com
zoom-in-whitePerbesar
Kawasan Pulau Penyengat. Foto : Ismail/kepripedia.com

Sebagai Pulau bersejarah proses pembangunan penataan Pulau Penyengat dilakukan sangat hati-hati. Terlebih,  Pulau Penyengat banyak memiliki situs bersejarah karena dulunya menjadi pusat Kerajaan Riau Lingga

Sebelum melakukan pekerjaan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bahkan meminta saran dan masukan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Batu Sangkar.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri, Hendrija, mengungkapkan pihaknya bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepri untuk penataan Cagar Budaya, Pulau Penyengat.

Sementara, untuk penataan kawasan Masjid Raya Sultan Riau, Penyengat perencanaanya ditangani oleh BPCB Batu Sangkar.

“Pulau Penyengat adalah daerah yang sensitif, karena areanya cagar budaya. Makanya, sebelum kita bekerja melakukan penataan, perlu mendapatkan saran dan masukan dari pihak-pihak terkait. Salah satunya BPCB Batu Sangkar,” ujarnya di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, tahun ini proyek penataan kawasan Pulau Penyengat dilaksanakan secara bersama dengan total anggaran sekitar Rp 30,8 miliar. Dengan rincian, melalui APBD Kepri 2022 sebesar Rp 6 miliar untuk penataan kawasan dan pemugaran Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Kemudian, untuk penataan kawasan kumuh dan penyediaan air minum akan ditangani oleh BPPW Provinsi Kepri Sebesar  Rp 24,88 miliar.

Saat ini, lanjut Hendrija, untuk penataan tersebut Pemprov Kepri sudah mengajukan lelang pengawasan yang dilanjutkan dengan lelang fisik.

“Pekerjaan ini, menjadi salah satu kegiatan strategis Pemprov Kepri tahun ini. Target Pak Gubernur, Penyengat semakin memiliki nilai estetika, karena menjadi destinasi wisata religi di Kepri, Tanjungpinang khususnya,” tutup Hendrija.