Kumparan Logo
Konten Media Partner

Batam Krisis Air, ATB Berlakukan Pemadaman Bergilir

kepripediaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Waduk Duriangkang, Batam. Foto: Rega/kepripedia.com
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Duriangkang, Batam. Foto: Rega/kepripedia.com

Kota Batam, Kepulauan Riau saat ini sudah berada diambang krisis air bersih. Salah satunya tampak dari penurunan volume air di waduk Duriangkang.

Waduk ini melayani hampir 80% kebutuhan masyarakat kota Batam. Namun, Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah.

Karenanya, PT Adhya Tirta Batam (ATB) berdasarkan saran dari Pemerintah (BP Batam) memutuskan untuk melakukan penggiliran (rationing) di waduk Duriangkang.

"Langkah ini akan mulai dilakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5. Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu," kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus dalam pesan tertulis diterima kepripedia, Jumat (6/3). 

Dia menyebutkan, program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900  pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut. 

Tidak hanya berdampak pada 196.000 pelanggan domestik, penggiliran suplai juga akan berimbas pada 2.900 pelanggan Industri dan 30 ribu pelanggan komersil.

Waduk Duriangkang, Batam. Foto: Rega/kepripedia.com

Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya. 

Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi. Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen. 

ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu (berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air) lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai. 

"Pentingnya bertoleransi saat penggiliran sangat diperlukan, agar pelanggan yang di ujung suplai tetap bisa menikmati aliran air," harap Maria.    

Menurut estimasi, sebagian pelanggan akan kembali mendapatkan aliran air dalam 24 hingga 79 jam setelah terjadi penggiliran.

"Jika tidak dilakukan penggiliran, menurut perhitungan air di Waduk Duriangkang akan mencapai batas minimum pada 13 Juni 2020," sambung Maria. 

Dengan dilakukannya penggiliran ini, maka diharapkan akan memperpanjang umur Waduk Duriangkang selama 23 hari.

Mengenai sampai kapan penggiliran akan dilakukan, Maria menyatakan pihak ATB akan mengikuti petunjuk dan arahan selanjutnya dari BP Batam.