Batam Krisis Air, ATB Berlakukan Pemadaman Bergilir

Konten Media Partner
6 Maret 2020 11:20
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Batam Krisis Air, ATB Berlakukan Pemadaman Bergilir (504963)
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Duriangkang, Batam. Foto: Rega/kepripedia.com
Kota Batam, Kepulauan Riau saat ini sudah berada diambang krisis air bersih. Salah satunya tampak dari penurunan volume air di waduk Duriangkang.
ADVERTISEMENT
Waduk ini melayani hampir 80% kebutuhan masyarakat kota Batam. Namun, Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah.
Karenanya, PT Adhya Tirta Batam (ATB) berdasarkan saran dari Pemerintah (BP Batam) memutuskan untuk melakukan penggiliran (rationing) di waduk Duriangkang.
"Langkah ini akan mulai dilakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5. Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu," kata Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus dalam pesan tertulis diterima kepripedia, Jumat (6/3). 
Dia menyebutkan, program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900  pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut. 
ADVERTISEMENT
Tidak hanya berdampak pada 196.000 pelanggan domestik, penggiliran suplai juga akan berimbas pada 2.900 pelanggan Industri dan 30 ribu pelanggan komersil.
Batam Krisis Air, ATB Berlakukan Pemadaman Bergilir (504964)
zoom-in-whitePerbesar
Waduk Duriangkang, Batam. Foto: Rega/kepripedia.com
Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya. 
Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi. Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen. 
ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu (berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air) lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai. 
"Pentingnya bertoleransi saat penggiliran sangat diperlukan, agar pelanggan yang di ujung suplai tetap bisa menikmati aliran air," harap Maria.    
ADVERTISEMENT
Menurut estimasi, sebagian pelanggan akan kembali mendapatkan aliran air dalam 24 hingga 79 jam setelah terjadi penggiliran.
"Jika tidak dilakukan penggiliran, menurut perhitungan air di Waduk Duriangkang akan mencapai batas minimum pada 13 Juni 2020," sambung Maria. 
Dengan dilakukannya penggiliran ini, maka diharapkan akan memperpanjang umur Waduk Duriangkang selama 23 hari.
Mengenai sampai kapan penggiliran akan dilakukan, Maria menyatakan pihak ATB akan mengikuti petunjuk dan arahan selanjutnya dari BP Batam.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020