BMKG Prediksi Hujan Lokal dan Gelombang Tinggi di Kepri Hingga Januari

Kondisi hujan lokal diprediksi hingga bulan Januari 2020, BMKG menghimbau masyarakat agar berhati-hati dengan gelombang tinggi angin utara
Sepekan terakhir, sebagian wilayah Provinsi Kepualaun Riau terutama Pulau Bintan dan Lingga sudah mulai turun hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprakirakan, kondisi hujan ini akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2020 mendatang.
"Kondisi ini diperkirakan akan bertahan sampai pertengahan Januari kedepan," ujar Diana, Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Rabu (4/12).
Kendati demikian, lanjut Diana, curah hujan yang menyelimuti Pulau Bintan ini masih bersifat lokal bukan menyeluruh.
"Intensitas-nya pun mulai ringan hingga sedang saja," tukasnya.
Diana menjelaskan, wilayah Provinsi Kepri sebenarnya bukan daerah yang memiliki dominan musim hujan atau kemarau. Hal itu dilihat dari hampir sepanjang tahun, Kepri dilalui kedua musim tersebut tanpa adanya perubahan yang dominan.
Nah, kondisi hujan saat saat ini, lanjutnya, merupakan dampak dari wilayah Pulau Jawa yang sudah masuk musim hujan.
"Sehingga, Kepri terkena imbas dari musim hujan di daerah Jawa," ujarnya.
Namun demikian, Diana mengungkapkan, saat ini Kepri sudah mau musim angin utara. Dimana, musim angin utara memicu peningkatan ketinggian gelombang di sejumlah perairan.
"Yang cukup signifikan wilayah Laut Cina Selatan yakni daerah Natuna dan Anambas. Sudah mencapai 5 meter," katanya.
Sementara untuk wilayah perairan di sekitar Pulau Bintan, Batam, Lingga dan Karimun dia sebut masih dalam taraf aman, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter.
Mengingat kondisi gelombang yang cukup tinggi ini, BMKG mengimbau bagi masyarakat yang notabene nelayan atau pengguna jasa transportasi laut agar berhati-hati.
"Terutama di wilayab perairana Natuna dan Anambas. Karena, kondisi ini diprediksi bertahan hingga pertengahan Januari," imbaunya.
