Food & Travel
·
28 Maret 2021 14:46

Dipenuhi Bunga Tabebuya, Spot Foto di Batam Bikin Kamu Berasa di Jepang

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Dipenuhi Bunga Tabebuya, Spot Foto di Batam Bikin Kamu Berasa di Jepang (223218)
searchPerbesar
Salah satu pengunjung mengabadikan momen di lokasi spot foto di Batamindo, Sei Beduk. Foto: Rega/kepripedia.com
Batam biasanya dianggap sebagai kota dengan basis kawasan industri. Namun kota berjuluk "Bandar Madani" ini rupanya memiliki salah satu spot foto yang recommended untuk Anda kunjungi.
ADVERTISEMENT
Meski berada di kawasan industri, spot yang berlokasi di Batamindo, Sei Beduk, ini terdapat banyak pepohonan yang mirip Sakura. Ini membuat daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang, karena nuansa yang ditawarkan seakan membuat sedang berada di Jepang.
Menurut salah seorang pengunjung, Agung, lokasi ini sangat menarik dijadikan pilihan berlibur di akhir pekan. Nuansa yang ditawarkan memberikan kesejukan dan menutupi hiruk-pihuk aktivitas di perkotaan yang cukup melelahkan.
"Bunganya subur mekar, menyejukkan mata kita ketika berada di kawasan tersebut," kata Agung, saat berkunjung ke lokasi tersebut, Sabtu (27/3).
Ia bersama sang istri, sengaja datang ke lokasi tersebut untuk mengisi waktu akhir pekan, meski sekedar hanya mengabadikan momen bersama keluarga.
"Ini kita sengaja datang jauh-jauh untuk mengambil momen yang baik ini," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Dari amatan kepripedia terdapat rimbunan pohon-pohon Tabebuya yang sengaja ditanam oleh pihak pengelola, itu menjadikan pemandangan indah disepanjang jalanan di kawasan tersebut.
Menurut pengelola meski bentuknya mirip dengan pohon Sakura, namun pohon tersebut ternyata berasal dari negara Brazil, dan sudah ditanam sejak tahun 1993 silam. Setelah puluhan tahun pohon tersebut semakin rindang dan bunganya semakin rimbun menghiasi jalan-jalan di kawasan tersebut.
"Kurang lebih ada 1.836 pohon, yang ditanam," sebut salah satu pengelola.
Ketika musim bunganya mulai bermekaran, hal ini dimanfaatkan juga oleh para pekerja di Batamindo dan masyarakat Batam untuk berfoto karena momen tersebut sangat jarang didapati.