Food & Travel
·
13 Mei 2021 9:54

Ikan Simbok Salai, Kuliner yang Bikin Kangen ke Kepulauan Anambas

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Ikan Simbok Salai, Kuliner yang Bikin Kangen ke Kepulauan Anambas (260378)
Menyalai ikan simbok di tungku yang masih tradisional. Foto: Thalia/kepripedia.com
Menapaki daerah yang satu ke daerah lainnya, tentunya memiliki ciri khasnya masing-masing. Kuliner yang disajikan juga berbeda-beda. Kaya dengan cita rasa tersendiri yang bikin siapa saja merasa rindu untuk datang kembali lagi dan lagi.
ADVERTISEMENT
Ya, seperti jatuh hati setelah merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Misalnya saja berbagai olahan makanan di Kabupaten Anambas, Kepulauan Riau.
Menjadi daerah yang lebih besar dikelilingi lautan, Kabupaten kepulauan Anambas memiliki hasil laut yang sangat berlimpah ruah. Salah satu yang paling banyak adalah ikan. Tak heran jika ikan menjadi salah satu makanan sehari-hari yang sangat mudah dijumpai di sini. Sangking berlimbahnya, ikan yang ditangkap diolah menjadi ikan salai dan menjadi salah satu cara pengawetan tradisional untuk bahan makanan yang kini kian diminati turis asing dan domestik.
Ikan Salai Simbok Kuliner Khas Anambas
Ikan yang paling banyak disalai yaitu ikan Simbok atau lebih dikenal dengan ikan Tongkol. Jenis Ikan Simbok ada dua kategori yakni Simbok Cureng dan Ikan Simbok Jabat. Dua jenis ini memiliki rasa yang khas dan gurih pastinya.
ADVERTISEMENT
Ikan Salai Anambas, sudah tidak asing lagi bagi pelancong yang sering berpergian ke Anambas. Tidak hanya itu, penikmat makanan ini juga bisa membawa pulang sebagai oleh-oleh.
Kuliner ikan asap yang diolah secara tradisional ini memiliki berbagai ukuran. Bagi pemudik yang libur lebaran pulang ke Anambas, kuliner inlilah yang paling dicari. Cita rasanya memang berbeda, karena dibuat dari ikan segar dan tanpa bahan pengawet.
Nurhayati adalah salah satu pengusaha Ikan Simbok Salai di Kabupaten Anambas. Ia mengatakan bergelut dibidang ini merasa cukup dalam meraih ekonomi pendapatan keluarganya. Dimulai dari konsumsi pribadi hingga kini ikan salainya banyak dipesan oleh kalangan masyarakat di luar daerah Anambas.
“ikan Simbok yang telah disalai dan dikemas dengan baik tentunya. Ikannya itu disalai selama tiga hari lamanya dan kami jamin tidak ada menggunakan bahan pengawet,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Ikan yang diperoleh merupakan hasil tangkapan nelayan lokal yang memancing di perairan Anambas. Tidak butuh waktu lama di dalam kotak es, sekitar satu hari satu malam saja ikan tersebut disimpan nelayan. Jadi, ikan yang disalai memang masih segar.
Untuk pengiriman Ikan Simbok Salai, disesuaikan dengan jadwal kapal feri cepat. Sebelumnya dikirim, Nurhayati akan mengatur proses pembakaran ikan jelang diberikan kepada pelanggan yang berada diluar Anambas, misalnya di Batam dan Tanjungpinang. Itu agar rasa dari ikan salai tetap terjaga hingga dikonsumsi.
Bagi yang ingin memperoleh ikan salai yang berkualitas baik, tentunya bisa meilhat dari tekstur dan warna ikan tersebut. Harga belinya juga cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp 30 ribu per ekornya.
ADVERTISEMENT
Proses Produksi Ikan Simbok Salai
Dalam proses produksinya, Nurhayati menjelaskan bahwa metode produksi ikan salai dilakukan dengan cara proses pengasapan, yaitu dengan meletakkan ikan yang sudah dibersihkan agak jauh dari sumber asap. Ia juga menggunakan alat khas tradisional agar terjaga keaslian rasanya.
Bahan pembakaran untuk mengasapi ikan ini umumnya menggunakan kayu agar lebih menjaga cita rasa. Tungku pengasapannya bertingkat-tingkat, sehingga dalam sekali mengasap bisa langsung menghasilkan banyak ikan.
Dari pengasapan tersebut memberikan efek pengawetan kepada daging ikan. Asap yang menyentuh daging sangat mempengaruhi cita rasanya.
Setelah melalui proses pengasapan selama tiga hari agar kandungan air di dalam air hilang, ikan selanjutnya didinginkan dengan cara digantung atau disusun di dalam ruangan. Proses ini diakhiri dengan mengemas ikan salai dalam kemasan kotak.
ADVERTISEMENT