Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten Media Partner
Ini 3 Pahlawan Nasional yang Dimakamkan di Kepulauan Riau
10 November 2021 16:01 WIB
·
waktu baca 4 menit
ADVERTISEMENT
Tepat hari ini, 10 November, diperingati sebagai hari pahlawan nasional. Di mana, menjadi hari untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data di Direktorat K2KRS (Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial), ada 191 pahlawan yang tercatat sebagai pahlawan nasional.
Dari jumlah tersebut 3 di antaranya terdapat makamnya di Kepulauan Riau.
Raja Haji Fisabilillah
Raja Haji Fisabilillah merupakan pahlawan nasional yang tercatat berasal dari Provinsi Riau. Meski sejatinya ia berasal dari Kepri, namun kala SK pahlawan nasionalnya dikeluarkan pada tahun 1997, Provinsi Kepri belum dimekarkan dan masih bergabung di Riau.
Raha Haji Fisabillah lahir pada tahun 1727 di Kota Lama, Ulusungai, Riau, Indonesia.
Sultan Riau-Lingga-Johor ini meninggal dunia dalam usia 57 tahun pada 18 Juni 1784 di Teluk Ketapang, Melaka (sekarang Malaysia).
Singkatnya, Raja Haji Fisabililah adalah Raja Yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV, ia terkenal dalam melawan pemerintahan Belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau.
ADVERTISEMENT
Raja Haji sudah terlibat dalam pertempuran dengan pihak Belanda pada Perang Linggi tahun 1756-1758. Perang tersebut meletus sebagai reaksi usaha Belanda meluaskan kekuasaannya di Riau.
Pada pertempuran tersebut, Raja Haji terluka. Namun pada pertempuran selanjutnya, pasukan gabungan dari Linggi, Selangor, Remban, Kelang dan Siak dapat mengepung Kota Malaka sehingga satu persatu tempat-tempat kekuasaan Belanda di sekitar Malaka berhasil dikuasai dan diduduki.
Ia berperang melawan Belanda dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang (Malaka) pada tahun 1784 yang mana Raja Haji sendirilah yang memimpin.
Raja Haji Gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang (Melaka) pada tahun 1784.
Raja Haji Fisabillah lalu dimakamkan di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Secara administrasi terletak di Kota Tanjungpinang.
Raja Ali Haji
Pahlawan nasional ini sangat tidak asing oleh sebagian besar pecinta buku dan sastra. Beliau adalah Raja Ali Haji, penggubah Gurindam 12 yang terkenal saat ini hingga ke berbagai negara.
ADVERTISEMENT
Raja Ali Haji tercatat sebagai pahlawan nasional dari Kepulauan Riau pada November 2004 silam.
Beliau lahir pada tahun 1808 di Selangor. Di usia 65 tahun, Raja Ali Haji tutup usia. Tepatnya pada 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Ia pun dimakamkan di Pulau Penyengat.
Raja Ali Haji adalah ulama, sejarawan dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu. Ia adalah tokoh penting di dalam budaya dan kesustraan Melayu.
Singkat riwayatnya, sekitar tahun 1840 Raja Ali Haji mulai aktif sebagai pengarang dan sebagai cendikiawan terkemuka pada zamannya. Ia banyak melahirkan karya yang beragam dibidangnya seperti bahasa, agama, hukum pemerintahan dan syair-syair naratif.
Buku-buku yang dikarangnya dalam bidang bahasa meliputi sebuah kamus monolingual ensiklopedia berjudul kitab pengetahuan bahasa dan tata ejaan untuk menuliskan huruf Arab Melayu.
ADVERTISEMENT
Raja Ali Haji merupakan pelopor perkamusan monolingual Melayu karena karyanya Kitab Pengetahuan Bahasa dinilai merupakan suatu karya yang luar biasa.
Hampir semua karyanya mengungkapkan kecintaan sang pengarang kepada kehidupan, tanah air dan bangsa serta semangat menentang penjajah.
Raja Ali Haji patut disebut sebagai Bapak Bahasa Melayu-Bahasa Indonesia yang memiliki peranan yang besar dalam meletakkan dasar-dasar terbentuknya Bahasa Indonesia yang kini merupakan bahasa persatuan.
Sultan Mahmud Riayat Syah
Sultan Mahmud Riayat Syah, merupakan pahlawan nasional ketiga yang tercatat dimakamkan di Kepulauan Riau.
Beliau tercatat sebagai pahlawan nasional yang berasal dari Kepulauan Riau pada 2017 lalu.
Sultan Mahmud lahir di Hulu Sungai Riau, Agustus 1760. Beliau mangkat (meninggal dunia) pada usia ke 52 tahun, tepatnya 12 Januari 1812.
ADVERTISEMENT
Sultan Mahmud Riayat Syah adalah raja kedelapan sekaligus raja terakhir dari Kesultanan Melaka. Dia terpilih menjadi raja menggantikan ayahnya, Sultan Alauddin Riayat Syah I Sultan Mahmud Riayat Syah terkenal dengan Perang Gerilya Laut
Pada 1782 Sultan Mahmud Riayat Syah dan Yang Dipertuan Muda IV Raja Haji memerangi Belanda yang hendak menanamkan pengaruhnya di Riau-Lingga.
Perang Riau I itu berlangsung pada 1782—1784. Pasukan Sultan Mahmud Riayat Syah berhasil mengalahkan pasukan Belanda di Tanjungpinang dan sekitarnya dalam suatu peperangan yang sangat dahsyat sehingga menjatuhkan banyak korban di pihak Belanda. Dalam perang itu pasukan Riau-Lingga dapat meledakkan kapal komando Belanda Malaka’s Walvaren.
Makam Sultan Mahmud Riayat Syah saat ini terletak di Daik Lingga. Tepat di kawasan Masjid Sultan.
ADVERTISEMENT