Jenazah WNI Korban Kapal Terbalik di Malaysia Tiba di Batam
·waktu baca 3 menit

Sebanyak 11 orang jenazah Warga Negara Indonesia (WNI) korban kapal terbalik di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia tiba di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/12) malam.
Pemulangan jenazah ini dilakukan oleh Satgas operasi kemanusiaan yang terdiri dari berbagi bidang dipimpin Kadivhubinter Polri Irjen Johni Asadoma.
Johni dibantu oleh Wakil Ketua Ops yang merupakan Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman dan Kasatgas Ops Misi, Brigjen Krishna Murti.
Sementara personel Satgas terdiri dari gabungan sejumlah bidang diantara yaitu Divhubinter, Bareskrim, DVI Dokkes, Inafis, Korpolairud dan anggota Polda Kepri.
Kasatgas Ops Misi Brigjen, Krishna Murti, menyebutkan proses evakuasi pemulangan 11 jenazah mengunakan sebua kapal Polri Laksmana 7012.
"Jadi 11 orang korban ini tiba Batam dan dilakukan re-eksaminiasi oleh tim DVI Polri sebelum diberangkatkan ke daerah asal," kata Brigjen Krishna, dalam jumpa pers di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, Kamis malam (23/12).
Dia mengungkapan dalam peristiwa nahas tersebut korban berjumlah 54 orang, 21 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 30 masih hilang.
" Berkat koordinasi yang baik dengan pihak Malaysia maka dilakukanlah penjemputan jenazah sebanyak 11 orang," kata dia.
"Jadi ada 10 jenazah lagi yang tengah menunggu proses pemulangan," tambah dia.
Dia menegaskan akan mengungkap dibalik peristiwa nahas tersebut dengan melakukan investigasi lebih lanjut.
"Kita sedang upaya keras untuk ungkap peristiwa tersebut secara bersama sama," tegas dia.
Di tempat yang sama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Irjen Pol, Achmad Kartiko, menyebut bahwa pihaknya akan memfasilitasi proses pemulangan jenazah ke daerah asal seluruh jenazah.
"BP2MI akan fasilitas pemulangan jenazah sampai ke daerah asal," kata dia.
Dalam peristiwa ini, Achmad mengajak seluruh pemangku kepetingan untuk memberantas mafia perdagangan manusia tersebut.
"Jadi kita bersama-sama memberantas seluruh jaringan mafia migran Ilegal ini yang dimulai dari hulu. Tujuannya agar tidak ada lagi pekerja migran masuk ke luar negeri secara ilegal," sebutnya.
Pihaknya akan mengindentifikasi setiap warga yang akan bekerja ke luar negeri memastikan mereka memiliki dokumen secara resmi bukan dokumen bodong.
"Kita imbau warga yang kerja keluar negeri agar dapat mengikuti prosedur yang secara resmi. Jika ada indikasi terlibat tekong atau calo dalam proses rekrutan segera laporkan ke pihak berwajib," imbau dia.
Dia juga memastikan kasus yang menelan korban jiwa ini diungkap terang benderang dengan membentuk tim khusus. Tentunya agar hal-hal demikian tidak kembali terjadi.
"Sehingga kasus ini dapat dibongkar penempatan ilegal PMI dari laut dan jalur lain," terang dia.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Menlu RI dan Kapolda Kepri yang telah bekerja dan mendukung proses pemulangan jenazah hingga berjalan dengan baik.
"Kita harap ini yang terakhir dan tak terjadi lagi," papar dia.
Tim Kemenlu RI Yudhi Ardian dari Direktorat Perlindungan WNI, menyebutkan, pihaknya sejak awal telah melakukan upaya bantuan perlindungan terhadap seluruh korban.
"Sejak peristiwa ini kita telah lakukan upaya koordinasi dua negara untuk pemulangan korban jenazah," kata dia.
Menurutnya peristiwa tersebut menjadi cermin adanya kepentingan kedua negara sangat terasa dalam penanganan peristiwa ini.
Untuk ke depan, lanjutnya, pihaknya akan mendorong kerja sama dua negara secara bilateral untuk memastikan bahwa tidak ada lagi tragedi serupa.
"Bahkan kita akan dorong proses pengiriman korban lebih cepat dan terkoordinasi dengan pihak terkait sehingga skema perlindungan dapat dijalankan dengan benar," tandas dia.
Pantauan di lapangan Kamis malam (23/12), jenazah tiba di pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam menggunakan kapal milik Polri. Lalu proses evakuasi dilakukan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri mengunakan mobil ambulans.
Jenazah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara sekitar pukul 21.23 WIB. Di sana dilakukan proses evakuasi kembali untuk masuk ke ruangan Instalasi Forensik. Sementara untuk identitas korban akan diumumkan lebih lanjut setelah proses identifikasi selesai.
