Kepri Bakal Pinjam Rp 180 M ke PT SMI di APBD 2022

Konten Media Partner
26 Oktober 2021 12:03
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Dok Humas Pemprov Kepri.
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. Foto: Dok Humas Pemprov Kepri.
ADVERTISEMENT
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, mengungkapkan jika APBD Kepri 2022 mendatang masih mengandalkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2021 sebesar Rp 180 miliyar. Kemudian, pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) sebesar Rp 180 miliar.
ADVERTISEMENT
Dimana, pinjaman dari anak perusahaan dari Kementerian keuangan tersebut akan digunakan untuk pembangunan fly over, jalan bandara, penataan Kota Lama di Tanjungpinang , pembangunan gedung workshop di Karimun, dan ada pembangunan di Bintan.
"Pinjaman itu kita bayar selama 2 tahun. Dengan skema pembayaran dari perhitungan DAU kita disana," ucap Gubernur Ansar, Selasa (26/10).
Ansar menambahkan, APBD tahun 2022 masih fokus pada percepatan pemulihan ekonomi Kepri. Oleh karena itu, dalam mewujudkan hal tersebut disusun empat prioritas utama pembangunan tahun 2022, yakni peningkatan kesejahteraan ekonomi yang merata serta pembangunan infrastruktur dan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Kemudian, pembangunan manusia yang berkualitas, unggul dan berbudaya, dan peningkatan tata kelola pemerintahan yang optimal.
Ia juga menuturkan tak mau muluk-muluk menentukan target APBD Kepri 2022. Menurutnya, target pendapatan dan belanja tahun anggaran 2022 sudah dibahas sesuai dengan perhitungan yang matang.
ADVERTISEMENT
Seperti diberitakan sebelumnya, APBD Kepri tahun mendatang diproyeksi turun sekitar Rp 214 miliar. Hal itu diakibatkan tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana, pendapatan dari retribusi labuh jangkar yang sampai belum bisa dipastikan.
"Ditambah lagi situasi negara juga seperti ini (pandemi) ada kemunngkinan terjadi penurunan atau kenaikan, itu juga harus kita perhitungkan. Makanya kita pakai target konservatif saja," pungkasnya
Ia mengajak masyarakat berdoa agar pandemi segera berakhir. Sehingga, aktivitas masyarakat dan ekonomi dapat tumbuh lebih baik.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020