Kumparan Logo
Konten Media Partner

Melihat SD di Batam Disulap Menghijau Selama Sekolah Daring Akibat COVID-19

kepripediaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SDN 010 Batam tampak dikelilingi tanaman dan cat halaman yang penuh warna warni. Foto: Zalfirega/kepripedia.com.
zoom-in-whitePerbesar
SDN 010 Batam tampak dikelilingi tanaman dan cat halaman yang penuh warna warni. Foto: Zalfirega/kepripedia.com.

Ratusan siswa-siswi bergantian masuk di gerbang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 010, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Senin (27/9) lalu.

Sejak pertama masuk sekolah, siswa-siswi melirik sana sini ke sudut lingkungan sekolah yang mereka rasa berubah total meski merasa tak asing. Itu mereka rasakan karena nuansa sekolah telah berubah menghijau penuh dedaunan ditambah semarak dari cat penyekat warna warni.

"Wah hijau semua dahulu kita lihat pohon kecil dan sekarang dah mulai besar. Itu lihat cat tembok warna warni, sekolah baru," ucap Putri seorang siswi, Kamis (4/11) kemarin.

Ia begitu terpesona melihat area taman dan lingkungan sekolah yang dua tahun berlalu mereka tinggalkan sudah jauh berubah bersih.

Taman-taman dikelilingi sekilas pohon yang ukuran antara 4-5 meteran membuat aroma sekolah kian redup. Ketika berada di dalam para siswa-siswi akan merasa betah.

"Senang sekali, nyaman rasanya saat berada di (sekolah) dengan nuansa baru ini," imbuh dia.

Sejatinya belajar di usia dini itu di sekolah bukan fokus ke buku dan bimbingan guru saja. Namun lingkungan juga berpengaruh iklim dalam menempuh pendidikan.

Sekedar diketahui sudah hampir dua tahun proses belajar secara daring dilakukan oleh para murid dan guru. Hal itu untuk dalam rangka menekan penyebaran virus corona.

Seiring berjalan waktu kasus COVID-19 di Batam kian melandai turun dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengizinkan proses Pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat Sekolah Dasar (SD) kembali dibuka.

Namun, pemerintah mengizinkan proses belajar tatap muka ini tetap dengan syarat penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Di sekolah disediakan tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu untuk mengindentifikasi tanda-tanda awal virus corona. Bahkan para guru dan siswa juga wajib menggunakan masker serta jaga jarak.

Selain itu, proses belajar dibagi menjadi dua shift pelajaran, yaitu dari pukul 07.20 – 10.00 WIB, kemudian pada shift kedua pada pukul 13.00 – 15.30 WIB.

"Tujuan ini untuk mempersempit ruang gerak penyebaran virus corona. Serta tidak timbul klaster baru di sekolah," ujar Kepala SD 010, Daozar.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Batam Muhammad Rudi Sekolah Dasar (SD) dibolehkan belajar tatap muka dengan kapasitas hanya 50 persen dari total siswa.

Hal itu guna mencegah penyebaran virus corona dan tidak menjadi cluster baru. Sisi lainnya orang tua murid wajib tanda tangan surat untuk mengizinkan anaknya belajar tatap muka.

Terdapat 371 satuan pembelajaran SD dan SMP, negeri dan swasta, yang menjalankan proses belajar tatap muka.

"Semua dibuka 100 persen dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad belum lama ini.

Sementara itu Ketua Komite SDN 010, Johan Nababan, menambahkan bahwa sekolah SD 010 yang tergolong favorit di Kelurahan Sei Lekop itu sengaja disulap jadi penuh nuansa hijau setelah sekian lama tidak ada aktivitas.

Ia bercerita, ide itu berawal dari melihat kotoran sekolah karena tak tak ada aktivitas belajar. Kemudian timbul ide bersama kepala sekolah untuk berbenah. Melakukan pengecatan halaman sekolah hingga merapikan seluruh tanaman.

"Ini tujuan agar anak didik supaya betah dan nyaman saat di lingkungan sekolah. Karena mereka sudaha lama tak masuk sekolah, ketika masuk ada hal yang baru gitu," ucap dia.

Ia berharap kehadiran nuansa baru itu dapat memicu semangat belajar para murid di saat pandemi COVID-19, tanpa mengabaikan protokol kesehatan.