News
·
27 Agustus 2021 14:46
·
waktu baca 4 menit

Mengenal Warisan Budaya Kesenian Alu di Natuna

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Mengenal Warisan Budaya Kesenian Alu di Natuna (282249)
searchPerbesar
Alat pertanian tradisional asal Natuna, Lesung-Alu. Foto: Disparbud Kabupaten Natuna
Kabupaten Natuna, mutiara diujung Utara Indonesia. Siapa yang tidak mengenal sebutan tersebut. Wilayah ini menyimpan banyak ragam budaya, kesenian, dan kemolekan alam di darat hingga dasar lautan. Kekhasan masyarakat menggunakan alat tradisional dalam kehidupan pun masih terjaga keberadaannya.
ADVERTISEMENT
Salah satu alat pertanian tradisional yang masih bisa terlihat di Natuna hingga sekarang adalah alu. Alat pertanian yang digunakan memakai tenaga manusia yang kini kian bergeser menuju kepunahan.
Seiring berjalannya waktu kegiatan lesung dan alu tergantikan dengan alat hingga mesin canggih untuk menggiling padi dan hasil pangan lainnya. Untuk mempertahankan kegiatan menumbuk dengan alu, masyarakat Kabupaten Natuna mengubah fungsi alu menjadi kesenian tradisi daerah.
Kesenian tradisional alu oleh masyarakat Kabupaten Natuna ada sejak zaman penjajahan dimasa lampau. Dulunya setiap hari hampir diseluruh pelosok penjuru Kabupaten Natuna terdengar bunyi lesung. Perempuan atau laki-laki menumbuk hasil ladang yang dipanen. Seperti padi, jagung dan rempah-rempah masakan. Mereka lakukan secara bersama-sama. Berbagi cerita, canda tawa tentang kehidupan mengisi sela-sela kesibukan menumbuk.
ADVERTISEMENT
Menjaga dan melestarikan tradisi kesenian Lesung-Alu ini, kini sudah menjadi tugas bersama masyarakat Natuna, mengikuti harapan seorang seniman bernama Sahiman yang ingin keberadaan Lesung-Alu terus ada dan ia pun masih aktif memainkannya.
Lelaki paruh baya ini sering dipanggil dengan sebutan Aki. Lahir di Desa Ceruk pada tahun 1962. Usianya kini menginjak 59 tahun. Dari tahun 1980-an hingga umur beliau yang sudah mulai senja, ia tetap menjaga kesenian Lesung-Alu bersama kelompok yang anggotanya berasal dari keluarga beliau di Desa Ceruk.
Menurut Sahminan, melestarikan kesenian alu harus terus dilakukan sampai kapanpun. Agar lebih mudah meneruskannya, ia mengambil anggota kelompok alu yang berasal dari keluarganya sendiri.
Mengenal Warisan Budaya Kesenian Alu di Natuna (282250)
searchPerbesar
Muda-muda di Natuna menggunakan Lesung-Alu. Foto: Disparbud Kabupaten Natuna
Kelompok kesenian alu ini sering tampil di Kota Ranai pada saat hari-hari besar dan event lainnya baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Meskipun telah banyak tampil diberbagai acara, masih belum banyak masyarakat yang mengetahui bahkan belum mengenal kesenian Lesung-Alu. Ini disebabkan kurangnya pengenalan tentang kesenian Lesung-Alu kepada masyarakat Natuna.
ADVERTISEMENT
Sahminan mengatakan dalam permainan Lesung-Alu membutuhkan 7 orang pemain, yakni 3 orang dibagian dalam dan 4 orang dibagian luar. Hasil rangkaian suara dalam permainan lesung dan alu ini diambil dari suara kicauan burung.
Cara Pembuatan Lesung-Alu
Alu adalah sebuah alat untuk menumbuk padi yang terbuat dari kayu. Biasanya masyarakat Natuna menggunakan kayu ulin atau belien. Dalam memilih bahan, kayu itu haruslah yang sudah tua dan tidak ada cacatnya.
Bagian kepala alu ada berbentuk persegi empat, enam, atau delapan. Sedangkan bagian bawahnya (untuk pemegang) lebih kecil dari bagian kepala.
Dasaran penumbuk padi berbentuk balok persegi panjang, ukurannya cukup besar. Pada bagian tengahnya dicekungi cukup dalam, itulah yang disebut lesung. Bentuk bulat dan diberi lobang tempat padi, pada bagian atasnya ukurannya bervariasi. Perbedaan ukuran inilah yang menciptakan tangga nada saat lesung itu digunakan.
ADVERTISEMENT
Lesung tidak perlu di cat, karena jika dicat dapat mengubah nada yang akan keluar dari lesung dan alu tersebut.
Hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat lesung dan alu adalah memilih pohon yang bagus dan sesuai. Setelah itu, kayu tersebut dibelah-belah menjadi balok dengan ukuran rata-rata 8 cm dan panjangnya 3 cm.
Kemudian membuat bentuk dasar dari lesung (membakal). Besar penampang bakal lesung dibuat kira-kira berukuran 30 cm dan tinggi 45 cm. Setelah selesai, diteruskan membuat lesung dan alu sesuai ukuran dan panjang sebenarnya.
Alu dibuat sebanyak 7 batang dengan ukuran yang berbeda. Ketujuh alu tersebut juga mempunyai nama-nama tersendiri yakni Tum, Gan, Tau, Ginja, Nyangde, Lugom, dan Lunuk. Selisih alu yang paling kecil dengan yang paling besar sekitar 50 cm. Perbedaan besar persegi antara satu dengan yang lainnya antara 0,5 cm – 1 cm.
ADVERTISEMENT
Makna Lesung-Alu
Alu dan lesung mengandung beberapa lambang dan juga terdapat makna. Alu menggambarkan kemaluan lelaki dan lesung adalah kemaluan perempuan. Batang alu yang bulat adalah batang kemaluan laki-laki.
Sedangkan pada kepala alu ada beberapa bentuk persegi (pangkal dan ujung) mengandung makna yaitu segi empat (empat penjuru mata angin), segi enam (enam penjuru mata angin), dan segi delapan (delapan penjuru mata angin).
Cara Memainkan Lesung-Alu
Memainkan Lesung-Alu membutuhkan 7 orang pemain laki-laki ataupun perempuan. Masing-masing memegang sebuah alu. 3 orang menumbuk ke dalam lubang lesung dan 4 orang menumbuk dibibir lesung. Pekerjaan itu dilakukan secara bergilir.
Setiap pemain harus menguasai penempatan dan cara menumbuk lesungnya. Agar bunyi lesung tidak saling beradu dan serasi bunyinya.
ADVERTISEMENT
Kelompok bermain yang sudah berpengalaman, tentunya akan lebih mahir. Ia tahu berapa keras hentakkan yang harus dilakukan untuk menyerasikan dengan hentakkan yang lainnya.
Dari besar kecilnya lesung serta posisi menumbukkan lesung sangat berpengaruh untuk mengeluarkan irama yang indah. Semakin mahir mereka memainkan, maka semakin merdu bunyi hentakan lesung tersebut.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020