News
·
6 Maret 2021 11:16

Pelaku Pariwisata di Kepri Divaksin, Buralimar: Padahal di Bali Belum Selesai

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Pelaku Pariwisata di Kepri Divaksin, Buralimar: Padahal di Bali Belum Selesai (356193)
searchPerbesar
Salah satu Ketua Asosiasi yang divaksin di Batam pada Rabu (3/3). Foto: Istimewa
Belum selesai vaksinasi untuk pelaku wisata di Bali, namun Kepulauan Riau sudah mulai bergerak terlebih dahulu. Vaksinasi Dimulai di Batam dan Lagoi akan segera menyusul.
ADVERTISEMENT
Dari langkah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bertujuan untuk mengembalikan geliat industri pariwisata Indonesia, Pelaku pariwisata di Kepri akan menerima vaksinasi COVID-19 setelah Bali. Namun, ternyata Kepri sudah bergerak dengan cepat untuk melakukan vaksinasi kepada para pelaku dan pekerja di sektor pariwisata.
Ada sebanyak 20 Ketua Asosiasi dan perhimpunan pariwisata yang berbasis di Kota Batam yang lebih dulu diberikan vaksin COVID-19 pada gelombang pertama, Rabu (3/3).
"Percepatan untuk pemulihan pariwisata memang harus disegerakan. Malah kita sudah vaksinasi untuk pelaku pariwisata. Padahal yang di Bali belum selesai. Ini akan kita laksanakan secara masif," jelas Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Kepri pada saat menghadiri kegiatan Rapat Evaluasi Setifikasi CHSE di Hotel Aston Tanjungpinang, Jumat (5/3).
ADVERTISEMENT
Buralimar mengatakan untuk tenaga kerja yang diprioritaskan di Kepri adalah Nongsa dan Lagoi berjumlah 5.000 naker yang dibagi dua untuk dikedua wilayah tersebut.
Senada dengan Kadisbudpar Kab. Bintan, Wan Rudy Iskandar mengungkapkan bagi pelaku atau pekerja pariwisata yang ada di Bintan akan dilaksanakan pada tanggal 8-9 Maret 2021. Lokasi pelaksanakan di pelabuhan BBT Lagoi, dengan jumlah 162 orang yang akan divaksin.
"Untuk rencana pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada karyawan pariwisata hotel dan resort tahap awal dilaksanakan untuk di Lagoi dahulu rencana. Itu pada Senin dan Selasa besok. Baru penerapan Green Bubble ke depannya. Akan ada 19 tenaga kesehatan yang melayani, petugas vaksin dan lainnya. Serta ambulans yang stand bye. Mudah-mudahan bisa selesai ," imbuh Wan Rudy.
ADVERTISEMENT
Wan Rudy mengaku sudah mengajukan ke Kemenkes dan Kemenparekraf untuk tenaga pariwisata di Bintan berjumlah 4.000 orang yang akan divaksin. Namun jumlah vaksin masih terbatas untuk pelaksanaan vaksinansi tahap 2 ini. Karena dibagi dengan yang lain seperti ASN, PTT, guru, BUMN dan juga tenaga pariwisata.
"Kondisi yang tersedia rencana dibagi lokasi puskesmas terdekat pelaksanaannya. Sesuai OPD dan lainnya. Kalau batam sudah kemaren dua puluh orang. Itu ketua Asosiasi pariwisata yang ada di Batam, seperti ASITA, ASPPI dan lainnya," tandas Wan Rudy.