Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemilik Usaha di Pasar Aviari Batam Tolak Penerapan Biaya Parkir

kepripediaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spanduk penolakan warga Aviari terhadap penerapan biaya parkir. Foto: Zalfirega/kepripedia.com
zoom-in-whitePerbesar
Spanduk penolakan warga Aviari terhadap penerapan biaya parkir. Foto: Zalfirega/kepripedia.com

Sejumlah warga atau pemilik usaha di komplek bisnis dan pertokoan pasar Aviari, Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, Kota Batam, menolak keras penerapan parkir khusus masuk pasar Aviari.

Aksi penolakan itu, dibarengi dengan memasang spanduk di setiap pintu masuk Mal yang ada di gerbang kawasan.

"Kami ada sekitar 117 orang menolak keras pemilik atau pengelola membebankan biaya parkir khusus untuk pemilik usaha," ujar Abun, Ketua RW 09 Pasar Aviari kepada wartawan, Senin (15/11).

Alasan mereka menolak dikarenakan pemasukan usaha saat ini masih sangat minim, akibat para pengunjung yang datang masih sedikit sekali.

"Jadi yang kita rasakan kurang lebih 70 persen pengunjung berkurang, semenjak parkir ditiadakan," kata dia.

Dia menuturkan penerapan biaya parkir tersebut tanpa perundingan dari pengelola Aviari ke warga yang sudah bertahun-tahun usaha di kawasan tersebut.

"Itu keputusan sepihak pemilik kawasan Aviari dan tidak pernah duduk bersama dengan warga atau penghuni Aviari," kata Abun.

Ketua RW 09 Aviari, Abun, memberikan keterangan kepada wartawan. Foto: Zalfirega/kepripedia.com.

Dia menilai jika dibebankan biaya parkir ke para pengunjung yang masuk ke kawasan Mal itu akan membuat dagangan mereka semakin tak laku-laku.

"Jadi orang enggan datang, karena ada parkir khusus, lebih baik kami bayar sendiri parkir. Asal pengunjung bebas parkir," tutur dia.

Selama ini, kata dia, warga mengeluhkan sistem mesin parkir yang kerap rusak parah, yang menyebabkan antrean panjang terjadi di pintu masuk.

"Akibatnya, membuat pengunjung malas datang ke Aviari," imbuh dia.

Menurutnya wilayah Aviari padat penduduk, yang rata-rata warga menghabiskan waktu dengan datang ke Mal tersebut. Namun sejak ada parkir khusus warga enggan datang.

Sementara di wilayah Sagulung dan Batu Aji ini banyak mal akan tetapi pihak pengelola tak membebankan biaya parkir ke pengunjung.

"Jadi kenapa di sini saja, ada apa ini semua," tanya dia.

Ia menambahkan, keluhan inipun akan disampaikan ke DPRD Batam untuk dapat memanggil pengelola dan instansi terkait lainnya.

"Nanti kita akan lihat hasilnya, kalau tidak memuaskan kami terpaksa akan turun ke jalan," terang dia.

Terkait keluhan ini, kepripedia.com telah mengkonfirmasi kepada pemilik kawasan Aviari, Ariwibowo. Namun pesan singkat yang dikirim belum direspon hingga berita ini diunggah.