Pendaftaran Seleksi Komisioner KPU Kepri Dibuka
·waktu baca 2 menit

Seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepulauan Riau resmi dibuka hari ini Jumat (10/2) .
Untuk pendaftaran sudah dimulai pada 10-21 Februari 2023. Proses seleksi ini akan berlangsung hingga 3 bulan ke depan
Ketua Tim Seleksi (Timsel), Ngaliman, mengatakan seleksi komisioner KPU Kepri dilaksanakan dengan 3 tahapan. Yakni seleksi administrasi, tes tertulis, dan wawancara.
Ia menyebutkan, masyarakat yang ingin mendaftar silakan mengunjungi website www.siakba.kpu.go.id.
“Pada proses pendaftaran ini, kami membuka kesempatan sebanyak-banyaknya bagi masyarakat yang akan mendaftar sesuai dengan syarat dan ketentuan,” kata dia.
Dijelaskannya, pada tahap administrasi, timsel akan menyeleksi para pelamar menjadi 50 peserta untuk lanjut ke tahapan tes tertulis dan kesehatan.
Selanjutnya tes tertulis akan menggunakan sistem CAT, di mana hasilnya nanti akan dirangking menjadi 20 besar untuk masuk pada tahapan wawancara.
Terakhir, tahapan wawancara. Timsel akan mengumumkan 10 kandidat nilai tertinggi untuk diusulkan ke KPU RI.
“Jadi yang menetapkan sekaligus melantik 5 komisioner terpilih adalah KPU RI. Kami hanya melakukan proses administrasi kemudian menjadi semacam fasilitator pelaksanaan psikotes, tes tertulis, dan tes kesehatan,” sebut Ngaliman.
Anggota Timsel Komisioner KPU Kepri periode 2023-2028 ini berjumlah 5 orang. Yakni, Ngaliman yang juga seorang akademisi sebagai ketua. Lalu, Sekretaris Timsel Juanda yang seorang aktivis organisasi kepemudaan asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.
Selanjutnya Anggota Timsel Sapta Mupakat Tatar Purba, mantan Komisioner KPU Kalimantan Tengah periode 2013-2018. Kemudian Ridarman Bay, mantan Komisioner KPU Kepri 2013-2018. Terakhir, Endang Sulastri, mantan Komisioner KPU RI yang selalu dilibatkan KPU-Bawaslu dalam seleksi di level daerah dan pusat.
“Dapat dipastikan jajaran Timsel Komisioner KPU Kepri ini adalah orang-orang dengan rekam jejak yang tak diragukan lagi. Masing-masing tentu punya nilai tambah satu sama lain,” tutup Ngaliman.
