Konten Media Partner

Rp 500 Ribu Dinilai Beratkan Wisman, Gubernur Kepri Usulkan Biaya VoA Dipangkas

2 Maret 2023 17:01 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (baju putih), dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, Silmy Karim, pada Rabu (1/3)
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (baju putih), dan Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, Silmy Karim, pada Rabu (1/3)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meminta agar biaya visa kunjungan saat kedatangan atau Visa on Arrival (VOA) di pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) dipangkas,
ADVERTISEMENT
Hal itu disampaikan Ansar saat mendatangi langsung Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, Silmy Karim, pada Rabu (1/3) kemarin.
Menurut Gubernur Kepri itu, biaya VoA khusus wisata yang berlaku 30 hari sebesar Rp 500 ribu memberatkan wisman yang ingin berlibur ke Batam dan Bintan.
Pasalnya, lama kunjungan wisman di Kepri rata-rata hanya tiga hari atau paling lama seminggu.
"Kami mengusulkan pengurangan biaya Visa untuk kunjungan wisata yang hanya satu minggu atau tiga hari saja, karena dengan pengurangan tersebut kami yakin wisman lebih tertarik datang liburan ke Kepri," kata Ansar.
Ia menerangkan, pada tahun 2022 lalu Kepri sudah kedatangan 758.154 orang wisman. Bahkan sebelum pandemi COVID-19 merebak, di tahun 2019 jumlah kunjungan turis ke Provinsi Kepri mencapai 2.864.795 kunjungan. Tingginya kunjungan itu membuat Kepri masuk daerah tiga besar secara nasional dengan kunjungan wisman terbanyak.
ADVERTISEMENT
Pada 2023 ini, Pemprov Kepri menargetkan 1,2 juta kunjungan wisman.
"Untuk mengejar target 1,2 juta kunjungan wisman itu tentunya sangat dibutuhkan diskresi dari pemerintah pusat, maka dari itu kami sangat mengharapkan Dirjen Imigrasi bisa mempertimbangkan usulan kami," papar Ansar.
Selain itu, Gubernur Kepri ini juga mengusulkan penetapan kembali status Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang menjadi bandara internasional.
Status Bandara Internasional itu menurutnya sangat dibutuhkan untuk menunjang pintu masuk wisman di Kota Tanjungpinang dan pulau Bintan secara keseluruhan.
"Kalau mau melonjakkan angka wisman ke Kepri mestinya jangan setengah-setengah, untuk mengandalkan pintu masuk pelabuhan saja di pulau Bintan tentunya berat, jadi Bandara Raja Haji Fisabilillah memang harus dikembalikan lagi jadi bandara internasional," jelas Ansar.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Dirjen Imigrasi Silmy karim, pihaknya akan segera membahas usulan tersebut untuk mendukung lonjakan kunjungan wisman ke Kepri.
Ia juga berharap Gubernur dan pelaku pariwisata di Kepri untuk mempersiapkan proyeksi kunjungan wisman ke Kepri tahun 2023.
Hal itu sebagai dasar penguat pengambilan kebijakan pengurangan biaya VoA di Kepri.
"Dirjen Imigrasi akan selalu mendukung, mempermudah, dan siap memfasilitasi segala hal agar urusan perizinan khusus nya visa arival kalau memang bisa kita realisasikan akan segera kita eksekusi," pungkas Silmy Karim.