Singapura Umumkan Kasus Baru Virus Corona, 2 di Antaranya Sempat di Batam

Kementerian Kesehatan Singapura telah mengumumkan sebanyak 4 kasus baru infeksi virus corona di Singapura. Dua diantaranya tercatat pernah berada di Kota Batam.
Melalui keterangan resminya yang ditandatangani Manager Corporate Communication Division, Kementerian Kesehatan Singapura, Mablerine Xu menyebutkan empat kasus ini telah dikonfirmasi sebagai infeksi Covid 19 di Singapura pada Minggu (1/3) siang.
Lembaga kesehatan negeri singa itu kemudian menyatakan telah melakukan investigasi epidemiologis dan pelacakan kontak antar kasus.
Dari investigasi itu, didapati 11 kasus corona berhubungan dengan Wizlearn Technologies Pte Ltd, termasuk dua kasus yang pernah berada di Batam.
Dua kasus yang disebut pernah berada di Batam itu yakni :
1. Kasus 103
Ia seorang wanita 37 tahun yang merupakan warga negara Singapura.
"Tidak memiliki sejarah perjalanan baru ini ke China, Daegu dan Cgeongdo, tetapi telah berada di Batam dari 21-23 Februari 2020," tulis keterangan resmi tersebut.
Saat ini, kasus 103 telah ditahan diruang isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID). Ia juga tercatat anggota keluarga dari kasus virus corona lainnya di Singapura.
"Karena dia telah diidentifikasi sebagai kontak dekat Kasus 93 dan dilaporkan tidak memiliki penyakit baru-baru ini," sebut surat tersebut lagi.
Ia disebutkan memiliki gejala pada 20 Februari lalu dan mendapat perawatan klinik umum 5 hari setelahnya.
Wanita yang diketahui bekerja di Asia Asset Recovery Pte Ltd ini kemudian dibawa ke NCID dengan ambulan dan diisolasi. Hingga dikonfirmasi infeksi Virus Corona.
2. Kasus 104
Ia merupakan wanita asal Myanmar berusia 25 tahun. Ia adalah pekerja rumah tangga asing yang dipekerjakan oleh wanita kasus 103.
Sama seperti kasus 103, ia tidak memiliki riwayat perjalanan ke Cina, Daegu dan Cheongdo. Namun, ia disebutkan berada di Batam pada 21-23 Februari lalu.
Wanita ini teridentifikasi memiliki kontak dengan kasus lain infeksi corona di Singapura.
Diketahui saat investigasi pada Sabtu (29/2), ia memiliki gejala pada 23 Februari lalu. Sebelumnya dilaporkan tidak memiliki riwayat penyakit baru-baru ini, dan dikonfirmasi infeksi COVID-19 kemarin, Senin (1/3).
"Dia saat ini ditahan di ruang isolasi di NCID" jelas pihak berwenang bidang Kesehatan Singapura.
Di Singapura, Hingga saat ini total 74 kasus telah dinyatakan pulih. 32 kasus masih berada di rumah sakit dan sebagian dalam kondisi stabil. Sedangkan 7 kasus dalam kondisi kritis dan sedang dalam perawatan intensif di Singapura.
Kementerian Kesehatan Singapura juga menyebutkan, per 1 Maret tercatat ada 3.133 kontak dekat yang telah dikarantina. Dari jumlah tersebut, 367 saat ini dikarantina, dan 2.766 telah menyelesaikan karantina mereka.
