News
·
1 Februari 2020 17:44

Soal Pelabuhan Kargo Terbesar di Kepri, Menhub: Target 2021 Selesai

Konten ini diproduksi oleh kepripedia
Soal Pelabuhan Kargo Terbesar di Kepri, Menhub: Target 2021 Selesai (137320)
searchPerbesar
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya saat mengunjungi proyek Pelabuhan Malarko di Karimun. Foto: Khairul S/kepripedia.com
Kementerian Perhubungan RI melanjutkan proyek pembangunan Pelabuhan Malarko yang berlokasi di Desa Pelambung, Kecamatan, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
ADVERTISEMENT
Pemerintah Pusat memastikan akan melanjutkan pembangunan proyek itu, ditargetkan pengerjaannya akan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2021 mendatang.
"Kita targetkan proyek ini akan terselesaikan pada tahun 2021. Saya akan undang bapak presiden untuk peresmiannya nanti," ujar Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, saat melakukan peninjauan proyek Pelabuhan Malarko di Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu (1/2/2020).
Nilai yang digelontorkan dalam proyek ini yakni mencapai Rp 200 Miliar. Ia juga menyebut Pelabuhan Counteiner itu akan disebut sebagai Pelabuhan Kerja sama (KSP).
"Jadi nanti, tanah ini akan diserahkan kepada Pemerintah, Pemerintah Pusat akan menggandeng BUMD. BUMD kita minta untuk kerja sama dengan pihak swasta. Pihak Swasta juga jangan satu, ada beberapa," katanya.
ADVERTISEMENT
Dia menilai, secara geografis Karimun memiliki potensi Industri dan Pariwisata yang baik untuk dikembangkan. Apalagi, wilayah ini berdekatan dengan dua negara tetangga yakni Malaysia dan Singapura.
"Saya yakin ini akan besar sekali, apalagi potensi membuat disinikan seperti Batam. Daerahnya Pelabuhan bebas," jelasnya.
Proyek pembangunan Pelabuhan yang di gadang-gadang akan menjadi Pelabuhan Kargo terbesar di Kepri ini sudah di mulai sejak tahun 2008, namun empat tahun pengerjaannya, proyek yang menyerap dana APBN ini harus terhenti karena tersandung persoalan hukum pada 2012 lalu.
Pagu DIVA tahun 2008 dari proyek ini yakni sebesar Rp 27,105 miliar. Lalu, Tahap II Pembangunan Pelabuhan Malarko Pemerintah Pusat kembali mendanai kontrak paket Suvervisi sebesar Rp. 476,4 juta. Sedangkan, pada pengerjaan fisik fasilitas pelabuhan tidak diketahui besarannya.
ADVERTISEMENT
Kemudian, April 2010 lalu kembali dilakukan lelang paket pengadaan jasa Konsultansi Suvervisi lanjutan terhadap fasilitas Pelabuhan laut Malarko dengan pagu anggaran Rp 450 juta.
Selain itu, satuan kerja Pembangunan Faspel laut Pulau terluar kembali mengumumkan pengadaan jasa borongan dengan pagu Rp.19,5 miliar di tahun yang sama.
Selanjutnya, pada Maret 2011 kembali dilakukan lelang pengadaan barang dan jasa kategori umum dengan sistem pasca kualifikasi jasa konstruksi bidang sipil, sub bidang dermaga dan perawatan dengan pagu sebesar Rp 33 miliar.
Sedangkan untuk pekerjaan supervisi lanjutan pembangunan fasilitas pelabuhan laut Malarko dengan pagu Rp 716 juta.
Di tahun akhir terhentinya proyek ini, tepatnya pada 2012 lalu aktivitas pengerjaan kembali dilakukan dengan anggaran sebesar Rp. 860 juta. Di tahun yang sama, tahap pembangunan trastle pemerintah pusat kembali mengucurkan dana sebesar Rp. 49 miliar.
Soal Pelabuhan Kargo Terbesar di Kepri, Menhub: Target 2021 Selesai (137321)
searchPerbesar
Proyek Pelabuhan Malarko. Foto: Khairul S/kepripedia.com
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020