Kumparan Logo
Konten Media Partner

Tanggapan Lantamal IV soal Video Viral Anggota TNI di Batam Baku Hantam

kepripediaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial oknum TNI terlibat perkelahian di Batam. Foto: Istimewa.
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar video yang beredar di media sosial oknum TNI terlibat perkelahian di Batam. Foto: Istimewa.

Beredar di media sosial sebuah video yang menyebutkan oknum anggota TNI terlibat perkelahian di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (27/11) malam.

Dalam video yang telah diunggah beberapa akun sosial media ini belum diketahui dari mana awalnya. Namun, sejumlah akun tersebut menyebutkan jika yang terlibat perkelahian tersebut adalah oknum anggota TNI.

Lokasi kejadian terlihat sedang berada di jembatan yang kemudian disebut-sebut Jembatan Barelang, Batam.

Terlihat di video tersebut suasana tengah ramai, kala kejadian tampak warga yang berada di lokasi berlarian menghindar perkelahian tersebut.

instagram embed

Berdasarkan informasi yang diperoleh kepripedia, insiden itu terjadi karena adanya kesalah-fahaman antara anggota Yonif 10 Marinir dan Yonif Raider 136/TS.

Kemudian, telah dilakukan mediasi di Balai Prajurit Mako Yonif 10 Marini, Minggu (28/11). Di mana dalam pertemuan tersebut turut dihadiri Danlanal Batam, Danyon Yonif 10 Marinir, Danyon Raider 136/TS, Dandim 0316/Batam, Kasi Intel Korem 033/Wira Pratama, Danden Pomad dan Danden Pomal Lanal Batam.

Terpisah, Kadispen Lantamal IV, Mayor Marinir Saul Jamlay, saat dikonfirmasi menyebutkan jika perkara tersebut telah diserahkan ke Polisi Militer masing-masing satuan.

"Sudah ada mediasi yang dilaksanakan di Yonif-10Mar yang dihadiri oleh satuan masing-masing dan sudah saling memaafkan," ujar Saul kepada kepripedia, Senin (29/11).

Ia tak merinci sebab perkelahian oknum dari dua satuan TNI tersebut.

"Hanya disayangkan dalam tanyangan video tersebut seharusnya kita tidak tau siapa yang membuat keonaran. Apabila itu oknum TNI, mereka tidak menggunakan seragam TNI," pungkasnya.